0 Comment
JENIS-Jenis-FUNGSI-Seni-TARI-Tradisional-ADAT-Daerah

-JENIS-Jenis FUNGSI Seni Tari Tradisional ADAT Daerah–Postedby-BukanTrik-, Tari tradisional adalah representasi dari kearifan lokal setiap daerah. Di dalam tarian tradisional terkandung nilai-nilai budaya kerakyatan yang positif. Rasa cinta kepada alam, semangat gotong royong, pendidikan keimanan, dan sumber perekonomian rakyat digambarkan secara dinamis melalui perpaduan gerak dan musik yang khas.

Sayangnya, tari tradisional saat ini cenderung mengalami kepunahan. Ini karena minimnya kepedulian masyarakat terhadap potensi daerah. Banyak sekali jenis-jenis seni tari yang dibedakan menurut masa, jumlah penari, fungsi, dll.
  • Ada tari tradisional dan tari modern jika dibedakan menurut masanya.
  • Ada tari tunggal, tari berpasangan, dan tari kelompok jika dibedakan menurut jumlah penari.
  • Ada tari pergaulan, tari penyambutan, dan tari kompetitif jika dibedakan dari fungsinya.
Tari tradisional tumbuh dan berkembang dari zaman ke zaman sesuai dengan berkembangnya taraf kehidupan manusia di dunia ini termasuk pula kondisi alam/lingkungan, sosial dan kepercayaan / agama (religi) atau lebih luasnya lagi dengan perkembangan budaya nya.

FUNGSI SENI TARI TRADISIONAL


Tarian Tradisional memiliki Fungsi Sosial dilihat dari beberapa unsur kebutuhan dalam budaya tradisional dalam masyarakat daerah. Apa saja fungsi sosial nya ? Tari dalam kehidupan sosial masyarakat memiliki tiga fungsi utama yaitu berikut penjelasannya

1. FUNGSI SOSIAL

a. Tari untuk kebutuhan upacara kepercayaan (religi), disebut tari upacara adat.

Tarian ini lahir merupakan dampak dari aktivitas masyarakat yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemujaan dalam kepercayaannya yang bersifat magis dan sakral. Tari upacara merupakan tari yang paling tua, karena tarian ini telah muncul pada masa peradaban manusia masih primitif (sederhana),

dimana manusia dijaman itu masih memiliki intelektual yang rendah dan masih memiliki keterbatasan kemampuan berpikir serta menganut kepercayaan animisme, dinamisme dan totemisme.

Kondisi tari upacara bila ditinjau dari segi koreografi, rias dan busananya, musik pengiring, tempat dan cara penyajiannya sangat sederhana, karena kita maklumi tarian upacara bukan bentuk tari hasil dari penataan khusus, akan tetapi hanya merupakan gerak-gerak spontan sebagai ekspresi dari gerak-gerik penyelenggaraan pemujaannya.

Demikian pula rias dan busana, musik pengiring, tempat dan cara pementasannya sangat tergantung kepada tujuan dan kondisi dari penyelenggaraan upacaranya. Keindahan yang terlahir dari gerak-gerak yang sangat didukung oleh kekuatan ekspresi dan ritme dalam penyampaian harapannya (tujuan dari pemujaannya).

Bentuk tari upacara ini hidup dimana-mana di dunia ini, akan tetapi sesuai dengan perkembangan kehidupan sosial masyarakatnya ada yang masih bertahan hidup, dikarenakan tarian tersebut masih relevan dengan kebutuhan masyarakatnya,

dan banyak yang sudah punah dikarenakan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi kehidupan masyarakatnya, atau bisa bertahan dikarenakan sudah beralih fungsi ke bentuk tari lain seperti menjadi tari hiburan atau pertunjukan.

b. Tari untuk kebutuhan hiburan/kesenangan, disebut tari hiburan/pergaulan.

tarian Jenis ini menitik beratkan bukan pada keindahan, tetapi lebih pada segi hiburan, dan umumnya merupakan tarian pergaulan.

tarian jenis ini lebih mementingkan kepuasan pribadi (indivdu) pelakunya dari pada kepuasan bagi orang yang melihatnya (penonton), yang penting mereka bisa bergerak sepuasnya sesuai dengan alunan irama yang diikutinya.

c. Tari untuk memberikan kesenangan kepada pihak lain (penonton), disebut tari pertunjukan.

tari pertunjukan dalam proses karyanya lebih banyak menggunakan akal/pemikiran, karena tarian ini sengaja dibuat untuk disajikan dan memberikan kesenangan kepada pihak lain/penonton,

melalui perencanaan (pembuatan konsep/naskah), pengolahan/penggarapan, serta penampilan hasil karya (pementasan), tertata dengan baik secara artistik untuk mewujudkan suatu tontonan yang dapat memberikan kepuasan/kesenangan Bagi penonton/apresiatornya.

Pada fungsi inilah tari terwujud lewat ekspresi penari menjadi media komunikasi estetik antara penggarap atau koreografer dengan para penontonnya. Sehingga tarian ini disebut juga berfungsi sebagai presentasi estetis.

2. TARI DALAM FUNGSI PENDIDIKAN

Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metoda- metoda tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah laku sesuai dengan kebutuhan

Peranan seni tari dalam pendidikan diartikan bagaimana dampak positif dari aktivitas manusia dalam seni tari dan bagaimana pengaruh positifnya terhadap kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok.

3. TARI DALAM FUNGSI EKONOMI

Maksudnya ialah kehidupan dalam dunia seni tari bila dilaksanakan secara profesional, akan menimbulkan pertumbuhan ekonomi bagi kehidupan pelaku, pengelola, bahkan lebih luasnya lagi menjadi sumber defisa negara yang berkaitan dengan dunia pariwisata

Demikian penjelasan lengkap mengenai “JENIS-Jenis FUNGSI Seni Tari Tradisional ADAT DAERAH “ semoga bermanfaat . silahkan baca juga artikel terkait lainya dan jangan lupa komentarnya untuk masukan dan perbaikan nya. Makasih banyak untuk kunjungannya ke blog BukanTrik


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top