0 Comment
Keunikan-KeBUDAYAAN-Adat-Istiadat-Kalimantan-Barat

-Kebudayaan Kalimantan Barat-Postedby-Bukantrik-, Kalimantan barat mempunyai keragaman kebudayaan yang unik karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sehingga ada berbagai unsur budaya yang mempengaruhi kehidupan kebudayaan yang terdapat di kalimantan barat.

Di Daerah Kalimantan Barat sendiri terdapat dua etnis yang dominan yaitu etnis Dayak dan etnis Melayu. Etnis Dayak umumnya tinggal di daerah pedalaman, sementara itu etnis Melayu lebih banyak tinggal di daerah pesisir atau kota.

Di dalam melangsungkan kehidupan sosial budaya, tentu saja terdapat perbedaan antara suku yang satu dengan yang lainnya, meskipun dalam rumpun yang sama, sebagai contoh dalam satu rumpun suku Melayu. Kehidupan sosial budaya suku Melayu Sintang berbeda pula dengan suku Melayu sanggau. Namun perbedaannya tidak nampak menyolok, karena suku Melayu di Indonesia pada umumnya dan suku Melayu Kalimantan Barat khususnya, pada dasarnya mempunyai keyakinan yang sama yaitu memeluk Islam.

adat istiadat Kalimantan barat yang masih terjaga merupakan wujud dari kearifan budaya lokal yang menjadi ciri dan identitas suatu kehidupan yang ada di daerah. Adat istiadat yang menjadi bagian dari ritual adat sebagai contoh adalah ketika berlangsung acara melahirkan, peringatan tujuh bulan jabang bayi di kandungan, kematian, menanam padi, panen, pengobatan, anisiasi, mangkok merah.

Dalam kaitan itu, nilai-nilai budaya yang tercermin pada masyarakat nya yang menggambarkan Semangat gotong royong, religiuslitas, kejujuran, toleransi, keadilan sosial, perdamaian, kompetisi, kritis, dan ksatria masih tetap di pelihara di tengah-tengah masyarakat.

Dalam hal seni budaya suku dayak pun memiliki unsur eksotis dan magis,juga memiliki keunikan budaya seni nya diantaranya dari seni pakaian adat ,seni alat musiknya , seni rumah adat sebagai bagian dari lingkungan sosialnya sampai seni tariannya

Berikut ini merupakan keragaman unsur budaya yang ada di provinsi kalimantan barat termasuk kedalam sistem sosial budaya nya

A. SISTEM KEPERCAYAAN KALIMANTAN BARAT


Upacara yang bersifat tradisional sudah tidak ada lagi karena sebagian penduduk beragama islam dan hanya merayakan hari-hari besar agama islam saja, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Ada perbedaan dalam sistem religi antara masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat dengan masyarakat suku Jawa. Misalnya, di dalam keyakinan dan kepercayaan pada masyarakat suku Jawa, dimana keyakinan mereka sedikit banyak dipengaruhi oleh agama yang timbul dan dianut masyarakat Jawa tersebut.

Sikap religius mereka sering ditampakkan dalam kegiatan berkunjung ke makam nenek moyang dengan menaburkan bunga yang disebut “Nyekar”. Mereka percaya bahwa nenek moyang adalah sebagai cikal bakal atau benih suatu kaum. Oleh karena itu, untuk menghormati para nenek moyang, mereka melakukan kegiatan nyekar kemakam nenek moyang. Selain itu mereka juga mempunyai aliran kepercayaan lain yang sangat dipatuhi dan tetap mereka laksanakan, dan aliran kepercayaan itu merupakan hasil saringan ajaran agama resmi seperti agama Islam, Hindu, Budha dan agama Nasrani

Sedangkan pada masyarakat suku Melayu di Kalimantan Barat pada khususnya kepercayaan mereka sepenuhnya berawal dari agama Islam dan aliran kepercayaan seperti itupun tidak kita jumpai pada suku Melayu ini karena mereka taat dalam menjalankan syariat agama Islam dan mereka berpegang teguh pada ajaran agama tersebut. Adapun kegiatan yang bersifat keagamaan yang masih mereka jalankan dengan sepenuh hati, misalnya Nazam, Berzanji, Tahar dan sebagainya.

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Upacara Adat Istiadat yang Berasal dari Provinsi Kalimantan Barat

B. SISTEM KEKERABATAN


Sistem kekerabatan pada masyarakat Melayu di Kalimantan Barat pada umumnya menganut sistem bilinial atau bilateral yaitu mengambil garis keturunan dari ayah dan ibu. Anak mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama dari orang tua maupun sanak keluarga dari ayah dan ibu. Tetapi dalam pembagian warisan, anak laki-laki memperoleh bagian yang lebih banyak dari anak perempuan.

Dalam suku Melayu, yang merupakan kelompok kekerabatan terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. Ketiga unsur inilah yang disebut keluarga inti. Adapun istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu adalah:
  1. Mertua, yaitu panggilan untuk menyebut orang tua suami atau istri.
  2. Besan, yaitu panggilan orang tua dari pihak laki-laki menyebut orang tua pihak istri anaknya atau dengan menantunya dengan sebutan besan dan demikian sebaliknya.
  3. Ipar, yaitu panggilan untuk saudara kandung dari suami atau istri.
  4. Biras, yaitu panggilan untuk suami atau istri dari ipar.
  5. Ayah, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua laki-laki.
  6. Umak, yaitu panggilan anak-anak terhadap orang tua perempuan.
  7. Nek Aki, yaitu panggilan terhadap orang tua laki-laki ayah atau ibu.
  8. Nek Wan, yaitu pangglan terhadap orang tua perempuan ayah atau ibu.
  9. Pak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara laki-laki ayah atau ibu.
  10. Mak Tuak, yaitu panggilan untuk saudara perempuan ayah atau ibu.
Panggilan terhadap Pak Tuak ini tergantung dari urutan kelahiran. Apabila Pak Tuak merupakan anak pertama maka dipanggil Pak Along (yang sulung), anak kedua dipanggil Pak Angah (yang tengah), dan yang terakhir dipanggil Pak Usu (yang bungsu) Sedangkan untuk yang perempuan dipanggil Mak Along, Mak Angah dan Mak Usu. Jika jumlah saudara lebih dari tiga orang disebut berdasarkan warna kulitnya.

Istilah tersebut dapat juga dilihat dari fisiknya. Apabila waktu lahir badannya kecil, maka dapat dipanggil Pak Acik. Apabila badannya panjang, maka dapat dipanggil Pak Anjang. Dan apabila badannya gemuk dipanggil Pak Amok.

Bila panggilan terhadap orang dewasa ada istilahnya, maka antara anak-anak juga ada istilah sendiri. Misalnya sebutan saudara sepupu untuk anak dari Pak Tuak dan Mak Tuak.

Ada beberapa adat istiadat Melayu yang masih berlaku hingga saat ini, diantaranya adat istiadat dalam upacara perkawinan, gunting rambut dan lain sebagainya. Yang merupakan puncak adat istiadat dalam upacara perkawinan.

C. SISTEM PEREKONOMIAN


Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup melimpah. Hasil pertanian Kalimantan Barat diantaranya adalah padi, jagung, kedelai dan lain-lain. Sedangkan hasil perkebunan diantaranya adalah karet, kelapa sawit, kelapa, lidah buaya dan lain-lain. Kebun kelapa sawit sampai Oktober 2010 sudah mencapai 592,000 ha. Kebun-kebun tersebut sebagian dibangun di hutan yang dikonversi menjadi lahan perkebunan.

Kebun-kebun sawit menguntungkan pengusaha dan penguasa. Para petani peserta menderita sengsara. Pendapatan petani sawit binaan PTPN XIII hanya 6,6 ons beras per hari/orang. Sedangkan pengelolaan kebun dengan pola kemitraan hanya memberi 3,3 ons beras per hari/orang. Kondisi ini lebih buruk dari tanaman paksa (kultuurstelsel) zaman Hindia Belanda.

D. SISTEM KESENIAN


Seni budaya adalah salah satu bagian dari contoh cagar budaya yang bersifat benda atau materi maupun non materi yang memliki keragaman dan keunikan yang dialamnya terdapat ciri khas masyarakat lokal. Yang merupakan bagian dari seni dan budaya contohnya adalah seni bangunan yang tercermin dalam rumah adat tradisional nya.

Lalu Seni tari nya dan seni alat musiknya yang memiliki keunikan fungsi dan dan cara memainkan nya.selain itu juga alat perkakas dan senjata tradisional yang juga memiliki bentuk dan kandungan nilai sejarahnya. Dalam pakaian adat nya terkandung nilai sosial bagi si pemakainya.

Dalam masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat, banyak terdapat berbagai jenis kesenian. Oleh karena suku Melayu banyak yang memeluk agama islam, sehingga banyak yang dipengaruhi agama islam. Kesenian tersebut terdiri dari seni sastra, seni rupa, seni pertunjukan dan seni musik.

1. Seni Sastra

Seni sastra dari suku Melayu Kalimantan Barat ini berupa Nazam, Berzanji, dan sebagainya.

a) Zikir Nazam

Nazam merupakan kesenian yang bernafaskan islam. Bentuk dari kesenian Nazam ini adalah seperti Berzanji. Syairnya dilagukan dalam bahasa Arab. Biasanya Nazam dilakukan setiap malam jum’at disurau atau dirumah penduduk yang menginginkan kegiatan itu.

Nazam merupakan pembacaan Berzanji dengan dilakukan dan terdapat pengurangan kata-kata dalam syairnya apabila jumlah baris kelebihan dan ada penambahan jumlah baris apabila kekurangan. Yang penting jumlah baris dalam setiap bait harus ada empat belas.

b) Berzanji

Berzanji juga merupakan kesenian yang bernafaskan islam. Kesenian ini berupa pembacaan syair-syair dari kitab Al-berzanji yang ditulis dalam bahasa Arab. Kitab ini berisikan sejarah lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam pembacaan syair ini biasanya menggunakan irama-irama dan gerakan tertentu.

Ada syair yang dibacakan dengan duduk dan ada pula yang dibacakan dengan berdiri. Berzanji biasanya dilakukan pada waktu memperingati Maulud Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, pada upacara adat gunting rambut bayi, ataupun pada acara perkawinan, serta pada acara pindah rumah. Tujuan dari pembacaan Berzanji ini adalah mengagungkan nama Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW.

2. Seni bangunan Rumah adat

Seni pada masyarakat suku Melayu Kalimantan Barat ini berkembang sejak masuknya pengaruh agama islam. Agama islam mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan seni rupa. Bentuk seni rupa yang dihasilkan seperti seni arsitektur, seni kerajinan,seni ukir (kaligrafi) dan lain-lain.

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Rumah Adat Tradisional yang Berasal dari Provinsi Kalimantan Barat

3. Seni tari

Pada umumnya perkembangan seni tari Melayu di Kalimantan Barat berkembang dengan baik. Tari Jepin merupakan tarian rakyat Melayu pesisir pantai yang masih ada, tarian ini bernafaskan islam. Jumlah penarinya minimal dua orang. Selain tari Jepin, ada juga tarian lain yang terkenal. Khususnya tarian yang berasal dari Kabupaten Sambas, seperti Tari Tandak Sambas dan Tari Radat.

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Tari-Tarian Tradisional yang Berasal dari Provinsi Kalimantan Barat

4. Seni Musik

Pada masyarakat Melayu Kalimantan Barat seni musik tradisional yang terkenal adalah seni musik tanjidor dan tahar. Seni musik tanjidor ini sampai sekarang masih dipergunakan dalam acara perkawinan. Peralatan musik tanjidor ini terdiri dari terompet yang beranekaragam ukuran, drum, rebana dan lain sebagainya.

Tahar merupakan sekelompok orang yang memainkan peralatan kesenian yang memainkan rebana.Biasanya tahar terdiri dari enam sampai sepuluh orang dengan membawaka lagu yang bernafaskan islam, dan orang yang membawakan tahar ini biasanya berteriak menyanyikan syair yang memuji keagungan dan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Selain dalam pesta perkawinan, baik tanjidor maupun tahar dapat dipakai juga untuk upacara khitanan, khataman Qur’an dan lain-lain.

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Alat Musik Tradisional yang Berasal dari Provinsi Kalimantan Barat

5. pakaian adat

Provinsi Kalimantan barat di diami oleh suku asli dayak dan suku melayu yang tentunya memiliki perbedaaan budaya dan tradisi begitupun dengan Baju adat biasanya diidentikkan dengan etnis mayoritas yang terdapat di daerah tersebut. Adapun etnis mayoritas yang berada di Kalimantan barat yaitu suku dayak dan suku melayu.

Kedua etnis inilah yang kerap di identikkan dengan kebudayaan Kalimantan barat. Adapun pakaian adat etnis dayak di Kalimantan barat untuk kaum laki laki disebut King Baba sedangkan untuk kamu perempuan disebut King Bibinge. Sedangkan pakaian adat etnis melayu untuk laki-laki disebut Baju Telok Belanga dan untuk kaum perempuan disebut Baju Kurong

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Pakaian Adat Tradisional yang Berasal dari Provinsi Kalimantan Barat

6. senjata tradisional

Masyarakat kalbar memilii senjata tradisioal yang sangat popular yaitu senjata Mandau yang merupakan senjata sejenis Pedang yang memiliki keunikan tersendiri, dengan ukiran dan kekhasannya. Pada suku Dayak Uut Danum hulunya terbuat dari tanduk rusa yang diukir, sementara besi bahan Ahpang (Mandau) terbuat dari besi yang ditambang sendiri dan terdiri dari dua jenis, yaitu Bahtuk Nyan yang terkenal keras dan tajam sehingga lalat hinggap pun bisa putus tapi mudah patah dan Umat Motihke yang terkenal lentur, beracun dan tidak berkarat

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai nama macam-macam “jenis senjata tradisional Kalimantan barat

Demikian penjelasan lengkap seputar “Keunikan Kebudayaan adat istiadat Kalimantan barat” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top