0 Comment

Keunikan-Kebudayaan-Adat-Istiadat-Melayu-Riau-Kepulauan

-Kebudayan Riau Kepulauan-Postedby-BukanTrik. Budaya sebagai sistem gagasan yang menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku seperti apa yang dikatakan oleh seorang ahli ilmu antropologi yaitu kluckhohn dan kelly bahwa pengertian kebudayaan merupakan sebuah rancangan hidup masyarakat pada umumnya, maka budaya itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap perilaku menusia berikutnya yang kita sebut dengan nilai budaya

Provinsi Riau, dengan Ibukotanya Kota Pekan Baru, terletak di Pantai Timur pulau Sumatera. Wilayahnya meliputi 3214 pulau yang terletak diantara pulau Sumatera dan Selat Malaka, serta Laut Cina Selatan. Penduduknya, yang hanya sekitar 2 juta jiwa, menempati daerah yang luas dan subur, menghasilkan minyak bumi yang melimpah ruah. Hal inilah yang menyebabkan daerah ini maju pesat, karena sektor perekonomian telah tersedia sejak dahulu kala berupa sungai-sungai besar seperti ; Kampar, Siak, Rokan, dan Indagiri

Setiap kebudayaan bersifat dinamis yaitu akan mengalamu perubahan. Penyebabnya adalah perkembangan kebudayaan, pengaruh budaya luar, kurangnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya jiwa kebudayaan para generasi penerus akan nilai-nilai kebudayaan yang ada di daerahnya. Karena Kebudayaan daerah merupakan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat local sebagai pemeran dan pendukungnya.

masyarakat melayu di kepulauan riau memiliki beberapa sistem sebagai unsur-unsur budaya yang mengacu pada suku bangsa sebagai pemeran dan perkembangan budaya masyarakat melayu kepulauan riau berikut contoh dan penjelasan beberapa unsur budaya yang dibatasi pada unsur perekonomian dan mata pencaharian, sitem kepercayaan, sistem kekerabatan dan kekeluargaan , sistem kerajinan dan bangunan , sistem kesenian serta yang lainnya diantaranya sebagai berikut:

A. Sistem Kepercayaan


Kepercayaan masyarakat di bagian kepulauan Riau mempunyai kepercayaan yang mengandung konsep dasar animisme shamanisme, tetapi tidak meliputi semua aspek kehidupan mereka. Keyakinan mengenai hal – hal yang bersifat gaib mempengaruhi perilaku menanggapi roh – roh,

kekuatan – kekuatan gaib, hari baik dan naas, hantu – hantu, mambang dan peri, dan sekaligus mencerminkan kekhawatiran mereka terhadap berbagai ancaman dunia gaib yang dapat merugikan atau mencelakakan mereka.

Masyarakat kepulauan Riau memang mempunyai banyak kepercayaan terhadap hal – hal yang tahayul. Mereka percaya dengan Mambang yaitu dunia roh tempat tinggal para hantu.

Hampir semua dari masyarakat kepulauan Riau yakin bahwa roh Datuk Kemuning dan isterinya, yaitu Saka bersemayam di Gunung Lingga. Roh – roh para anggota keluarga berada di tanjung, di pantai, kuala, suak, atau di bukit – bukit berbatu.

Biasanya mereka selalu memberi sesaji supaya mereka aman jika melewati tempat – tempat tersebut , atau biasanya juga mereka meminum sedikit air laut yang berada di tempat tersebut untuk menandakan bahwa mereka adalah “orang sendiri” dan karena itu mereka berharap tidak diganggu.

Masyarakat kepulauan Riau juga percaya akan kekuatan gaib, yang antara lain bersumber pada benda-benda seperti buntat, batu akik, akar bahar, keris dan sebagainya, dan pada benda-benda yang bersumber pada manusia.

Bomoh (dukun) dianggap memiliki kekuatan gaib, yang dapat digunakan untuk tujuan baik maupun buruk, mencelakakan lawan, atau menghalau serangan lawan, serta menyembuhkan penyakit yang berasal dari perbuatan manusia

maupun karena kesurupan (“kemasukan” atau diganggu) roh, hantu, dan sebagainya. Dengan kekuatan gaibnya, seorang bomoh dianggap mampu mengatasi gejala-gejala alam yang merugikan manusia, seperti menenangkan ombak dan badai.

Biasanya masyarakat Riau yang masih mempercayai hal – hal yang seperti itu kebanyakan berasal dari kepulauannya, karena mayarakat kota biasanya sudah tidak ada kepercayaan seperti tiu dikarenakan sudah banyak dari mereka yang terpelajar jadi mereka tidak lagi mempercayai hal – hal yang berbau tahayul.

Silahkan baca penjelasan macam-macam contoh upacara adat istiadat dan sistem kepercayaan suku melayu Riau dan Kepulauan

B. Sistem kekerabatan


Masyarakat kepulauan Riau mengikuti garis keturunan laki-laki atau lebih dikenal dengan menganut sistem kekerabatan patrilineal. Suku melayu Riau sangat menjunjung tinggi kesopanan bersikap antar manusia walaupun sistem kekerabatannya tidak mengenal adanya kasta secara umum.

Namun terdapat juga keturunan yang lebih dihormati dan disegani masyarakat yaitu keturunan anak dukun besar, Tetua Adat. Jabatan ini dihargai karena memiliki ilmu gaib yang tidak semua orang mendapatkannya. Ilmunya itu hanya diturunkannya ke anak laki-laki / keponakan laki-laki segaris keturunan, jadi dalam hal ini orang yang bukan merupakan kerabat dekat anak dukun besar tidak akan meneruskan ilmu tersebut.

Tempat pertemuan adat disebut surau dengan ketua adat atau dalam istilah islamnya disebut imam ialah kalipah. Kalipah juga diteruskan secara turun-temurun sehingga bersifat tertutup untuk orang lain yang bukan keturunan kalipah menjadi seorang kalipah. Hal ini dianut masyarakat Riau yang masih berlokasi di dusun

C. Mata Pencaharian


masyarakat kota Riau terbagi 2 yaitu Riau daratan dan Riau kepulauan yang dipisahkan oleh selat malaka, mata pencaharianya pun terlihat agak sedikit berbeda, sebagian besar masyarakat Pekanbaru-Riau daratan (dumai, pekanbaru) ber mata pencaharian sebagai petani, karena itulah pemerintah sangat menjaga kelestarian pedesaan dan sector pertanian Riau.

Tidak heran bila kita melihat banyak sekali sawah disana, masyarakat Riau ini ada yang mempunyai sawah sendiri atau bahkan menyewa kepada orang lain untuk mendapatkan penghasilan. Masyarakat Riau senang bertani karena daerahnya masih subur dan hijau. Selain bertani, mereka juga mengandalkan perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit yang terletak di daerah dataran tinggi.

Berbeda dengan Riau kepulauan (batam, tanjung pinang), masyarakatnya lebih banyak yang mencari penghasilan melalui memancing atau menjadi nelayan, karena mereka tinggal dikepulauan tentulah mereka menyenangi laut, ikan yang terkenal di daerah ini yaitu ikan salai, yang biasa dimasak cabai hijau oleh masyarakat sana.

Riau merupakan salah satu suku bangsa yang kaya akan sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi yaitu berupa minyak dan gas bumi, emas, dll. maupun kekayaan hutan dan perkebunannya, belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Dalam perekonomian, tenaga kerja masyarakat Riau salah satunya yaitu perkebunan. Perkebunan yang berkembang adalah perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit, baik itu yang dikelola oleh negara ataupun oleh rakyatnya.

Selain perkebunan, kurang lebih sekitar 55 % masyrakat Riau bermata pencaharian petani, dan sektor pertanianlah yang memiliki potensi utama yang harus dikembangkan. karena kepulauan Riau memiliki tanah yang subur sehingga termotivasi untuk menjadikan lahan pertanian. 

Mereka menanami berbagai macam tanaman yang sangat baik untuk dikembangkan contohnya seperti buah-buahan, sayuran, kelapa, kopi, nenas, cengkeh, palawija, holtikultura. Penanaman tersebut pun juga disesuaikan dengan lahan-lahan yang strategis. Masyarakat Riau pun juga mengembangkan usaha budidaya perikanan.

D. Sistem Kesenian Suku Bangsa Riau


Riau memiliki unsur kesenian sebagai bagian dari contoh budaya yang menjadi bagaian dari kehidupan masyarakat riau Kepulauan. yang bermacam-macam. Diantaranya Mulai dari seni tarian, lagu-lagu, musik, seni teater, dan Sastra serta seni bangunannya berikut contoh budaya dan merupakan ciri khas kebudayaan Riau

a. Seni bangunan

Rumah selaso jatuh kembar merupakan rumah adat tradisional masyarakat Provinsi riau sejenis bangunan yang berbentuk rumah yang dilingkupi oleh dinding, yang berpintu dan memiliki jendela tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat karena rumah adat tradisional selaso jatuh kembar ini tidak memiliki serambi atau kamar

Silahkan baca penjelasan mengenai “ keunikan rumah adat riau

Rumah lontik merupakan salah satu rumah tradisional adat riau selain rumah adat melayu selso jatuh kembar yang umumnya dibangun di pinggir aliran sungai. Rumah tradisional suku koto didirikan disepanjang tepi sungai atau pinggir jalan raya, yang umumnya sejajar dengan aliran sungai. Pada mulanya rumah adat lontik didirikan untuk seluruh keluarga yang terdiri atas beberapa keluarga batih dan tinggal bersama.

Silahkan baca penjelasan mengenai “ keunikan rumah adat kepulauan riau

b. Seni tari

Ada beberapa nama jenis tarian yang terkenal yang berasal dari suku melayu Provinsi Riau dan kepulauan Riau diantaranya : Tari Melemang, Tari Makyong , Tari Zapin, Tari Joged Lambak, Tari tandak

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama “Jenis Tari-Tarian Tradisional yang berasal dari provinsi Riau dan Provinsi kepulauan Riau

c. Seni musik

Musik melayu Kepulauan Riau dan musik yang berkembang oleh masyarakat Riau mencakup Musik melayu. Baik dalam bentuk Musik Zapin, Musik Silat, Musik Gamelan, Musik Angklung, Musik Gamelan, Musik Bangsawan, Musik Barongsai, Musik Mendu dan masih banyak lagi.

Riau terkenal akan ”Mak Yong”. Mak Yong merupakan salah satu jenis kesenian Melayu yang menggabungkan unsur-unsur ritual, tari, nyanyi, dan musik dalam pementasannya. Dalam pertunjukkannya, Mak Yong mempertemukan antara pemain dan penonton. Dengan perkataan lain, pementasannya mempertemukan pemain dengan penonton dalam ruang, waktu, dan tempat yang sama.

Kesenian Melayu Mak Yong ini berasal dari daerah, yang dari segi budaya, termasuk rumpun Melayu, yaitu dari daerah Nara Yala (Thailand), kemudian menyebar ke daerah Kelantan (Malaysia), tetapi tanpa memakai topeng seperti di tempat asalnya. Dari Kelantan ini Mak Yong kemudian menyebar ke Riau.

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama “Jenis Alat Musik Tradisional yang berasal dari Riau dan Kepulauan Riau

d. Senjata tradisional

Melayu merupakan salah satu suku yang tinggal di provinsi riau, banyak budaya melayu yang cukup popular di nusantara dan mayoritas masyarakatnya Beragama islam. Oleh karena itu, kebudayaan dari daerah Riau ini banyak memiliki kesamaan dengan wilayah yang berpenduduk asli melayu lainnya dan salah satunya adalah ragam jenis senjata tradisional

yang tercatat dalam sejarah banyak para mujahid-mujahid melayu ikut berjuang menetang ,melawan serta mengusir para penjajah di tanah nusantara. Dan salah satu cara melawan penjajah adalah menggunakan senjata-senjata tradisional. Ada beberapa ragam jenis senjata tradisional yang sangat popular di riau dan kepulauan riau diantaranya Senjata tradisional Pedang jenawi, Senjata tradisional beladau, Senjata tradisional Badik Tumbuk Lado,

Silahkan baca penjelasan lengkapnya mengenai macam-macam nama” Jenis Senjata Tradisional yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau

e. Pakaian adat

Pakaian adat Kepulauan Riau memiliki nama dan jenis yang berbeda yang di gunakan oleh kaum pria dan kaum wanitanya. Provinsi kepulauan Riau dikenal Sebagai salah satu daerah yang kental dengan budaya Melayu, Sehingga pakaian adat Riau pun diambil dari busana (pakaian ) Melayu. Jenis pakaian adat Riau di antaranya, pakaian adat Indragiri, Melayu Bengkalis Riau, Melayu Siak Riau, dan lain-lain

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam jenis “Nama Pakaian Adat Tradisiona yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulaun Riau

Demikian penjelasan lengkap mengenai macam-macam contoh “Keunikan Kebudayaan Adat Istiadat Melayu Kepulauan Riau” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top