-->

Keunikan Kebudayaan suku bugis Makasar Sulawesi Selatan


Keunikan-Kebudayaan-suku-bugis-Makasar-Sulawesi-Selatan

-Kebudayaan Sulawesi Selatan-postedby-BukanTrik-, Setiap suku bangsa dan daerah yang ada di indonesia mempunyai sistem kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat yang didalamnya berisi suatu komplek gagasan sebagai pedoman sikap dan perilaku manusia yang menumbuhkan kompleks aktivitas masyarakat itu sendiri dalam wujud karya budaya baik spiritual maupun material

begitupun dengan provinsi sulawesi selatan memiliki keunikan dan ciri khas kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perlu dilestarikan. kebudayaan itu dapat disimpulkan dalam sistem kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat.

Seperti halnya daerah lain suku bugis makasar pun memiliki beberapa sistem sebagai unsur-unsur budaya yang mengacu pada suku bangsa sebagai pemeran dan perkembangan budaya diantaranya:

A. Upacara kepercayaan dan ritual adat istiadat


Orang bugis makasar lebih banyak tinggal di kabupaten maros dan pangkajene provinsi Sulawesi selatan. mereka adalah penganut agama islam yang taat. Agama islam masuk ke daerah ini sejak abad ke 17 mereka dengan cepat menerima ajaran tauhid. Proses islamisasi didaerah ini dipercepat dengan adanya kontak terus-menerus dengan pedagang-pedagang melayu islam yang sudah menetap di makasar

Pada zaman pra islam religi orang bugis makasar seperti tampak dari sure galigo mengandung sesuatu kepercayaan kepada satu dewa tunggal yang disebut dengan beberapa nama yaitu:
  • Patoto’e yaitu dewa yangmenentukan nasib
  • Dewata seuwa’e yaitu dewa yang tunggal
  • Turie a’rana yaitu kehendak yang tertinggi
Sisa sisa kepercayaan ini masih terlihat pada orang to latang di kabupaten sindenreng rappang dan pada orang amma towa dikajang kabupaten bulukumba

Orang bugis makasar masih menjadikan adat mereka sebagai sesuatu yang keramat dan sacral. Sistemadat yang keramat itu didasarkan pada 5 unsur pokok pangaderreng sebagai berikut:
  1. Ade (ada dalam bahasa makasar) adalah unsur pangaderreng yang terdiri dari
    • Ade akkalabinengeng yaitu norma mengenai perkawinan kaidah-kaidah keturunan , turan-aturan mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga, etika dalam hal berumah tangga dansopan santun pergaulan antar kaum kerabat
    • Ade tana yaitu norma mengenai pemerintahan Negara yag terwujud dalam bentuk hukuim agama, hokum antar negarada etika serta pembinaan insan politik
    Pembinaan dan pengawasan ade dalam masyarakat bugis makasar dilakukan oleh pejabat adat seperti pakka-tenni ade , pampawa ade dan parewa ade
  2. Bicara merupakan unsur pangaderreng mengenai semua kegiatan dari konsep-konsep yang bersangkut paut dengan hokum adat, acara di muka pengadilan dan mengajukan gugatan
  3. Rampang berarti perumpamaan kias atau analogi sebagai unsur dari pangaderreng, rampang menjaga kepastian dan kesinambungan dari suatu keputusan hokum tak tertulis masa lampau sampai sekarang dan membuat analogi hokum kasus yang dihadapi dengan keputusan dimasa lampau rampang juga berupa perumpamaan-perumpamaan tingkah laku ideal dalam berbagai lapangan hidup baik kekerabatan, politik maupun pemerintahan
  4. Wari adalah unsur pangaderreng yang berfungsi mengklasifikasikan berbagai benda dari peristiwa dalam kehidupan manusia misalnya dalam memelihara garis keturunan dan hubungan kekerabatan antar raja
  5. Sara adalah unsur pangaderreng yag mengandung pranata hokum dal hal ini adalah hokum islam
Kelima unsur keramat terjalin menjadi satu dan mewarnai alam pikiran orang bugis makasar, unsur tersebut menghadirkan rasa sentiment kewargaan masyarakat , identitas social martabat dan harga diri yang tertuang dalam konsep siri, siri merupakan rasa malu dan kehormatan sesorang

silahkan baca penjelasan lengkap mengenai conot macam-macam nama" Upacara Adat sulawesi selatan"

B. Unsur Kekerabatan


Perkawinan ideal menurut adat bugis makasar adalah
  • Assilang marola yaitu perkawinan antara saudara sepupu sederajat ke satu baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu
  • Asssialana memang yaitu perkawinan antara saudara sepupu sederajat kedua baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu
  • Ripaddeppe mabelae yaitu perkawnian saudara sepupu sederajat ketiga baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu
Perkawinan tersebut waluapun ideal tidak diwajibkan, sehingga banyak pemuda yang menikah dengan gadis-gadis yang bukan sepupunya Perkawinan yang dilarang atau sumbang adalah perkawinan antara:

  • Anak dengan ibu atau ayah
  • Saudara sekandung
  • Menantu dan mertua
  • Paman atau bibi dengan kemenakannya
  • Kakek atau nenek dengan cucu
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebelum perkawinan adalah:
  • Mappuce-puce yaiut kunjungan dari keluarga si laki-laki kepada keluarga sigadis untuk mengadakan peminangan
  • Massuro yaitu kunjungan dari utusan pihak keluarga laki-laki kepada keluarga sigadis untuk membicarakan waktu pernikahan jenis sunreng (mas kawain) dan sebagainya
  • Madduppa yaitu pemberitahuan kepada seluruh kaum kerabat mengenai perkawinan yang akan dating

C. Unsur Politik dan pemerintahan


Orang bugis makasar lebih banyak mendiami kabupaten maros dan kabupaten pangkajena. Desa-desa dikabupaten tersbut merupakan kesatuan kesatuan administrative, gabungan- gabungan sejumlah kampong-kampung lama yang disebut desa-desa gaya baru. Sebuah kampong biasanya terdiri atas sejumlah keluarga yang mendiami antara 10 sampai 20 buah rumah.

Rumah-rumah itu biasanya terletak berderet menghadap ke selatan atau barat, apabila ada sungai diusahakan membangun rumah membelakangi sungai pusat kampong lama ditandai dengan sebuah pohon beringin besar yang dainggap sebagai tempat keramat

Sebuah kampong lama dipimpin oleh seorang kepala kampong (matowa, jannang , lompo, toddo) kepala kampong dibantu oleh sariang dan parrenung , gabungan kampong dalam struktur asli disebut wanua pa’rasangan atau bori. Pemimpin wanua oleh orang bugis dinamakan orang palili atau sullewatang

Orang makasar menyebutnya gallarang atau karaeng. Dalam struktur pemerintahan sekarang wanua sama dengan kecamatan

Lapisan masyarakat bugis makasar dari zaman sebelum colonial belanda terdiri atas:
  • Ana karung atau ana karaeng yaitu lapisan kaum kerabat raj-raja
  • To maradeka yaitu lapisan orang merdeka
  • Ata yaiut lapisan budak
Pada permulaan abad 20 lapisan ata mulai berkurang dan hilang karena desakan agama begitu juga ana karung dan to maradeka gelar yang dimiliki ana karung seperti karaenta, puatta, andi dan daeng , walau masih dipakai, tidak mempunyao arti lagi , sudah digantikan oleh tinggi rendahnya pangkat dalam system birokasi kepegawaian dan pendidikan

D. Unsur Ekonomi dan mata pencaharian


Orang bugis makasar yang tinggal didesa-desa daerah pantai bermata pencaharian mencari ikan. Merelka akrab dengan laut dan berani mengarungi lautan luas, merkea manangkap ikan sampai jauh ke laut hanya dengan perahu-perahu layar. Dengan perahu layar tipe pinisi dan lambo . orang bugis makasar mengarungi perairannusantara sampia srilangka dan Filipina. Merka pun mengembangkan teknologi perhu pinisi menjadi jenis perahu yang lebih besar. Masyarakat bugis makasar merupakan suku bangsa Indonesia yang telah mengembangkan kebudayaan maritime sejak abadke 17

Orang bugis makasar juga telah mewariskan hokum niaga pelayaran hokum ini disebut ade allopiloping .bicaranna pabbalue ditulis oleh amanna gappa pada lontar abad ke 17

Sambil berlayar orang bugis makasar mengembangkan perdagangan berbagai tempat di Indonesia berbagai jenis binatang laut ditangkap dan diperdagangkan, teripag dan holothuriodea (sejenis binantang laut ditangkap di kepulauan tanimbar, irian jaya, bahkan sampai Australia utuk dijual ke tengkulak. Melalui tengkulak binatang laut ini dieksport ke cina mulai abad ke 19 ssampai abad ke 20 eksport teripang sangat maju

Selain pertanian penangkapan ikan pelayaran dan perdagangan usaha kerajinan rumah tangga merupakan kegiatan orang bugis makasar untuk memenuhi kebutuhan hidup ekonomi keluarga berbagai jenis kerajinan rumah tanggga mereka hasilkan contohnya tenunan sarung

E. Unsur seni dan Kesenian


masyarakat Sulawesi selatan memiliki ragam kesenian budata seperti seni tari , seni bangunan, seni musik serta beberapa seni lainya berikut penjelasen lengkapnya

seni bangunan ( Rumah adat )

Rumah adat suku bugis makasar kebanyakan dibangun di tepi pantai dan bentuk rumah panggung, rumah-rumah suku bangsa bugis-makasar dapat dibagi menjadi 3 bagian
  1. Kale balla untuk menerima tamu, ruang tidur, ruang makan dan dapur,
  2. pammakang, untuk menyimpan benda-benda pusaka,
  3. Passiringang untuk menyimpan alat-alat pertanian
  4. Semakin tinggi lapisan social masyarakat bugis-makasar, amkin besar, indah dan lengkap pula rumahnya, misalnya lompo adalah rumah besar yang didiami oleh kaum bangsawan sedangkan balla adalah rumah rakyat biasa
silahkan baca penjelasan lengkap mengenai " keunikan rumah adat sullawesi selatan"

Pakaian adat

Pakaian adat wanita bugis makasar bernama baju bodo berupa kain sarung berwarna merah cerah dengan motif kotak-kotak biasanya berwarna merah hati, merah muda, biru dan hijau

Pada zaman dahulu zaman batu muda leluhur (nenek moyang) suku bugis yang menjadi salah satu suku dari provinsi sulawesi sudah mengenal dengan ilmu tektil yatu ilmu membuat kain untuk membuat baju (pakaian).

dimana baju di buat dari hasil pintalan kapas yang di jalin bersama benang katun. Dan disebut menjadi kain muslin Yaitu bahan kain untuk membuat Pakaian Wanita dalam Adat Sulawesi Selatan sedangkan untuk nama pakaian adat suku bugis di kenal dengan nama Baju Bodo

Baju ( pakaian ) bodo dianggap sebagai pakaian adat Sulawesi Selatan paling pertama yang dikenal oleh masyarakat suku bugis. Baju (pakaian) adat bodo dibuat dari bahan kain muslin. Kain ini adalah kain hasil pintalan kapas yang dijalin bersama benang katun. Dengan Rongga dan kerapatan benang yang cukup renggang, menjadikan kain ini sejuk dikenakan sehingga cocok dipakai di iklim tropis Sulawesi Selatan.

Tenunan sarung ini merupakan salah satu hasil kerajinan masyarakat bugis makasar kain tenun yang terkenal contohnya tenunan sarung sutera dari mandar dan wajo dan tenunan sarung samarinda dan bulukumba

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai” pakaian adat sulawesi selatan

Seni musik

Musik tradisional indonesia umumnya di gunakan sebagai pengiring dendang atau lagu, juga pengiring tari-tarian daerah khas nusantara bahkan tidak sedikit digunakan sebagai pengiring upacara-upacara adat, mungkin ada sebagian juga di gunakan sebagai sarana hiburan masyarakat pada saat pesta panen rakyat

Sulawesi selatan memiliki ragam jenis Alat Musik Tradisional diantaranya : alat musik Alosu, alat musik Anna Baccing, alat musik Jalappa atau Kancing Kancing, alat musik Kacaping atau Kecapi, alat musik Katto-katto, alat musik Kere-kere Gallang, alat musik Keso, alat musik Lalosu Sessungriu, alat musik Pa`pompang, alat musik Puik puik / Pui-pui, alat musik Popondi, alat musik Sessungriu.

silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama" jenis alat musik tradisional sulawesi selatan"

Seni tari

Dengan ragam etnis yang ada di provinsi sulsel tentunya memiliki ragam seni yang mempengaruhi nya salah satu yaitu seni tari yang terdapat di daerah sulsel. Berikut beberapa seni tari yang populer di masyarkat bugis-makassar diantaranya yaitu tari bosara, tari kipas pakarena, Tari Ma'gellu, TariMa'randing, Tari sirih Pinang, Tari Ganrang Bulo,

Silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama “ Jenis Tari-Tarian Tradisional yang berasal dari provinsi Sulawesi Selatan

Senjata tradisional

Suku bugis makasar memiliki senjata tradisional yang khas yaitu Badik atau badek yang merupakan pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor.

Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah). Badik ini merupakan senjata khas tradisonal Makassar, Bugis dan Mandar yang berada dikepulauan Sulawesi. Ukurannya yang pendek dan mudah dibawa kemana mana, tapi jangan salah lho kalau badik ini sudah keluar dari sarungnya pantang untuk dimasukkan sebelum meminum darah.

silahkan baca penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama " jenis senjata tradisional sulawesi selatan"

Demikian penjelasan lengkap seputar mengenal “Kebudayaan suku bugis makasar provinsi sulawesi selatan ” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya

0 Response to "Keunikan Kebudayaan suku bugis Makasar Sulawesi Selatan"

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan