0 Comment
jenis Tari-Tarian tradisional yang berasal dari yogyakarta

Jenis-Tari-Tarian-Tradisional-yang-Berasal-dari-Yogyakarta

-Tarian yogyakarta-Postedby-BukanTrik-, Dahulu Yogyakarta merupakan daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri atau Daerah Swapraja, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedangkan Kadipaten Pakualaman didirikan oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813. Itu asal usul dari daerah istimewa yogyakarat

Sehingga kebudayaan yang mendasar berawal dari kehidupan di keratonan yogyakarta. Itu tercerimun ari unsur seni budaya tari yang hampir kebanyakan kesenian yang di berkembang dan berawal dari seni keraton dan di ciptakan oleh kanjeng sultan .

Setiap tarian keraton memilii ciri tersendiri dan menjadi ciri khas tarian jogyakarta seperti gerak tarian yang lemah lembut, ditarikan oleh anggota keraton selalu di iringi oleh musik gemelan. Ada beberapa jenis tarian yang menajdi ciri khas tarian jogyakarta, berikut penjelasannya

Tari Tradisional Serimpi Sangupati



tari serimpi sangupati merupakan jenis tarian keraton pada masa lalu khas daerah istimewa yogyakarta yang disertai dengan iringan suara gamelan dengan ciri khas gerak tari yang lembut Tarian Serimpi ditarikan oleh 4 putri yang masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. ,

asal usul tarian Serimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram saat Sultan Agung memerintah antara 1613-1646. Tarian ini dianggap sakral karena hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan sampai peringatan naik takhta sultan.

Tari Tradisional bedhaya



tari bedaya merupakan jenis tarian keraton yang berasal dari daerah istimewa yogyakarta yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai dan lembut bentuk tarian klasik Jawa yang dikembangkan di kalangan keraton-keraton pewaris tahta Mataram.

Tarian Bedaya ditarikan secara gemulai dan meditatif, dengan iringan alat musik gamelan yang mana Penarinya adalah kebanyakan wanita. Tarian bedhaya merupakan salah satu kesenian hasil inspirasi dari seorang raja mengenai suatu peristiwa tertentu yang disajikan dalam bentuk yang sangat stilyistik.

Penari bedaya berjumlah sembilan untuk bedaya yang berasal dari Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, sementara untuk bedaya yang berasal dari Kadipaten Mangkunegaran dan Pakualaman berjumlah tujuh menceritakan tentang pertemuan Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul serta perjanjian keduanya untuk saling menjaga kedua kerajaan

Tari Tradisional Beksan Lawung Ageng



tari beksan lawung ageng merupakan salah satu tarian perang yang diciptakan oleh sri sultan hamengkubuwono 1 sebagai sarana untuk menjaga dri dan memupuk semangat dan jiwa prajuritnya gerak tari yang rancak dan ekspresif, Lawung Ageng menggunakan bahasa campuran seperti Madura, Melayu, Bugis dan Jawa.

Penggunaan bahasa ini menunjukkan hubungan kekuasaan antara Kerajaan Mataram dengan kerajaan-kerajaan taklukannya. Tari Lawung Ageng ditarikan oleh 16 orang penari laki-laki dengan iringan gendhing gamelan kuno Kangjeng Kyai Guntur Sari.

Para penari dikelompokkan menjadi lima karakter, antara lain penari botoh, penari jajar, penari lurah, penari ploncon atau prajurit pembawa tombak, serta penari salaotho sebagai pelayan atau abdi

Demikian penjelasan lengkap mengenai Nama macam-macam “jenis Tari-Tarian tradisional yang berasal dari yogyakarta” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top