-->

Jenis Tari-Tarian Tradisional yang Berasal dari Sumatera utara

Jenis Tari-Tarian Tradisional yang Berasal dari Sumatera utara

Jenis-Tari-Tarian-Tradisional-yang-Berasal-dari-Sumatera-utara

Tarian Tradisional Sumatera Utara-Postedby-BukanTrik-, Provinsi Sumatera Utara terdapat beberapa etnis suku yang mendiami provinsi utara diantaranya suku Melayu, suku Nias, suku Batak Toba, suku Pakpak, Karo, Simalungun, Tapanuli Tengah, suku Tapanuli Selatan yang terdiri dari suku Sipirok, suku Angkola, Padang Bolak, serta Mandailing, Namun ada juga pendatang seperti suku Minang, Jawa serta Aceh. Yang membuat Sumatra Utara memiliki khasanah kekayaan budaya yang beraneka ragam.

Dengan keragaman budaya tentu nya Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak kesenian tradisional, di antaranya adalah tari-tarian dan beberapa kesenian lainnya salah satu yang terkenal dengan seni lompat batu.

Setiap etnis memiliki keunikan budaya masing-masing, mulai dari upacara adat istiadat, jenis tarian daerah, seni alat music , senjata tradisional dan pakaian adat. Keragaman budaya ini sangat mendukung dalam pasar pariwisata di Sumatera Utara.

kesenian sendiri dapat diartikan sebagai karya cipta, rasa, dan karsa manusia untuk memberi rasa nikmat atau keindahan. Melihat dari definisi tentang kesenian maka seni memiliki bermacam-macam wujudnya seperti seni rupa (seni patung, seni relief, seni lukis dan gambar, seni rias), seni pertunjukan (seni tari,seni drama,seni vokal,seni alat musik) , dan sastra (prosa dan puisi) yang semuanya dinikmati oleh manusia dengan mata dan telinga

Kali ini admin bukan trik ingin mengupas kesenian seni tari yang ada di provinsi sumatera utara berikut penjelasan lengkap mengenai macam macam jenis seni tari yang berasal dari sumatera utara:

Tari Tradisional Serampang Dua Belas



seramapng dua belas merupakan tari pergulaulan . tarian ini merupakan hasil perpaduan gerak antara tarian Portugis dan Melayu Serdang. Pengaruh Portugis dapat dilihat pada keindahan gerak tarinya dan kedinamisan irama musik pengiringnya. Kecepatannya (2/4) digandakan, gerakan kaki yang melompat-lompat dan lenggok badan serta tangan yang lincah persis seperti tarian Portugis.

Nama Tari Serampang Dua Belas sebetulnya diambil dari dua belas ragam gerakan tari yang bercerita tentang tahapan-tahapan proses pencarian jodoh hingga memasuki tahap perkawinan.berikut penjelasn dalam gerakan tari serampang dua belas:
  1. gerak permulaan tari dengan gerakan berputar sembari melompat- lompat kecil gerak berjalan yang dilakukan sambil berjalan kecil
  2. gerak berputar (tari Pusing) sebagai simbol sedang memendam cinta tanpa dapat mengutarakannya
  3. gerak gila dilakukan seperti orang mabuk sebagai simbol dari dua pasang kekasih yang sedang dimabuk kepayang gerak berjalan bersifat dilakukan dengan cara berjalan melenggak-lenggok sebagai simbol memberi isyarat
  4. gerak goncet merupakan simbol gerakan membalas isyarat dari kedua insan yang sedang dilanda cinta
  5. gerak sebelah kiri sebelah kanan (menduga) yang menggambarkan terjadinya kesepahaman antara dua pasang kekasih dalam menangkap isyarat yang saling diberikan
  6. gerak langkah tiga melonjak maju-mundur sebagai simbol proses meyakinkan diri.
  7. gerak melonjak sebagai simbol menunggu jawaban. Gerakan tari menggambarkan upaya dari muda-mudi untuk meminta restu kepada orang tua agar menerima pasangan yang mereka pilih
  8. gerak datang-mendatangi sebagai simbol dari proses peminangan dari pihak laki-laki terhadap perempuan
  9. gerak rupa-rupa jalan sebagai simbol dari proses mengantar pengantin ke pelaminan
  10. gerak saputangan atau ragam yang terakhir dimainkan dengan menggunakan sapu tangan sebagai simbol telah menyatunya dua hati yang saling mencintai dalam ikatan pernikahan merupakan sebuah tari melayu dengan irama joget di iringi musik dengan pukulan gendang ala amerika latin

Tari Tradisional Tor Tor



Tari tor-tor merupakan sebuah tari khas daerah batak dengan latar belakang falsafah peradatan suku batak yang ditarikan dalam suasana khusuk. Tari Tortor merupakan tarian seremonial yang disajikan dengan alat musik gondang.

Secara fisik tortor merupakan sebuah tarian, namun makna yang terkandung dari gerakan-gerakannya menunjukkan tortor adalah sebuah media komunikasi, di mana melalui gerakan yang disajikan terjadi interaksi antara partisipan upacara adat.

Tari Tortor dan alat musik gondang ibarat 2 sisi mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Sebelum acara dilakukan terbuka terlebih dahulu tuan rumah (Hasuhutan) melakukan acara khusus yang dinamakan Tua ni Gondang, sehingga berkat dari gondang sabangunan.

Dalam pelaksanaan tarian tersebut salah seorang dari hasuhutan (yang mempunyai hajat akan memintak permintaan kepada penabuh gondang dengan kata-kata yang sopan dan santun penari tortor harus memakai ulos sebagai pakain adat nya dan mempergunakan alat musik/gondang

Tari tortor digunakan sebagai sarana penyampaian batin baik kepada roh-roh leluhur maupun kepada orang yang dihormati (tamu-tamu) dan disampaikan dalam bentuk tarian menunjukkan rasa hormat

Tari Tradisional Maena



Maena merupakan tarian yang sangat simpel dan sederhana, tetapi mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, kemeriahan, yang tak kalah menariknya dengan tarian-tarian yang ada di Nusantara. Tari maena tidak memerlukan keahlian khusus. Gerakannya yang sederhana telah membuat hampir semua orang bisa melakukannya.

kesulitan nya hanya terletak pada rangkaian pantun-pantun maena (fanutun maena), supaya bisa sesuai dengan event dimana maena itu dilakukan. Pantun maena biasanya dibawakan oleh satu orang atau dua orang dan disebut sebagai sanutun maena,

sedangkan syair maena (fanehe maena) disuarakan oleh orang banyak yang ikut dalam tarian maena dan disebut sebagai sanehe maena/ono maena. Syair maena bersifat tetap dan terus diulang-ulang/disuarakan oleh peserta maena setelah selesai dilantunkannya pantun-pantun maena, sampai berakhirnya sebuah tarian maena.

Pantun maena dibawakan oleh orang yang fasih bertuntun bahasa Nias (amaedola/duma-duma), namun seiring oleh perkembangan peradaban yang canggih dan moderen, pantun-pantun maena yang khas li nono niha sudah banyak menghilang, bahkan banyak tercampur oleh bahasa Indonesia dalam penuturannya,

Maena termasuk jenis tarian seremonial dan kolosal dari Suku Nias, karena tidak ada batasan jumlah yang boleh ikut dalam tarian ini. Semakin banyak peserta tari maena, semakin semangat pula tarian dan goyangan (fataelusa) maenanya. Maena biasanya dilakukan dalam acara perkawinan dan pesta

Tari Tradisional Toping-Toping (Huda-Huda)



Toping-toping merupakan jenis tarian tradisional dari suku Batak Simalungun yang dilaksanakan pada acara duka cita di kalangan keluarga Kerajaan. Toping-toping atau huda-huda ini terdiri dari 2 (dua) bagian, bagian pertama yaitu huda-huda yang dibuat dari kain dan memiliki paruh burung enggang yang menyerupai kepala burung enggang

yang konon menurut cerita orang tua bahwa burung enggang inilah yang akan membawa roh yang telah meninggal untuk menghadap yang kuasa, bagian kedua adalah manusia memakai topeng yang disebut topeng dalahi dan topeng ini dipakai oleh kaum laki-laki dan wajah topeng juga menyerupai wajah laki-laki dan kemudian topeng daboru dan yang memakai topeng ini adalah perempuan karena topeng ini menyerupai wajah perempuan (daboru).

Pada Zaman dahulu penampilan huda-huda atau toping-toping dan tangis-tangis hanya dilaksanakan dikalangan keluarga kerajaan saja

Demikian penjelasan lengkap mengenai Nama macam-macam “Jenis Tari-Tarian Tradisional yang Berasal dari Sumatera utara” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


0 Response to "Jenis Tari-Tarian Tradisional yang Berasal dari Sumatera utara"

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan