0 Comment
Jenis Tari-Tarian Tradisional dari daerah Sulawesi Selatan

Jenis-Tari-Tarian-Tradisional-dari-daerah-Sulawesi-Selatan

-Tarian Sulawesi Selatan-Postedby-BukanTrik-, Provinsi Sulawesi Selatan dilalui oleh garis khatulistiwa yang terletak antara 00 12° ~ 80 Lintang Selatan dan 1160 48°~1220 36° Bujur Timur, yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat di sebelah utara dan Teluk Bone serta Provinsi Sulawesi Tenggara di sebelah timur, serta berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat dan Laut Flores di sebelah timur. Dengan melihat letak geografis Sulawesi selatan memiliki kesamaan budaya dengan daerah sekitarnya

Sulawesi Selatan di kenal sebagai salah satu provinsi yang memiliki seni kebudayaan tinggi salah satunya seni dalam membuat rumah adat tongkongan. pada dasarnya, seni tidak hanya menyentuh aspek bentuk (morfologis), tapi lebih dari itu dia mampu memberikan konstribusi psikologis.

Disamping memberikan unsur estetis (keindahan), namun juga mampu melahirkan unsur etis. Diantara kedua nilai tersebut, tentunya tidak terlepas dari sejauh mana masyarakat mampu mengapresiasi dan menginterpretasikan makna dan simbol dari sebuah pesan yang dituangkan dalam karya seni.

berbicara mengenai seni budaya yang ada di propinsi Sulawesi Selatan berarti kita akan mengenal unsur usunr kesenian yang ada di daerah Sulawesi Selatan. Di Sulsel terdapat Banyak suku/etnis tapi yang paling mayoritas ada 3 kelompok etnis yaitu Makassar, Bugis dan Toraja.

Dengan ragam etnis yang ada di provinsi sulsel tentunya memiliki ragam seni yang mempengaruhi nya salah satu yaitu seni tari yang terdapat di daerah sulsel. Berikut penjelasan beberapa seni tari yang populer di masyarkat bugis-makassar diantaranya yaitu:

Tari Tradisional Pakarena



Tari Pakarena merupakan salah satu jenis tarian tradisional dari Sulawesi Selatan sebagai tari persembahan. Tarian pakarena sendiri memiliki beberapa nama dan jenis yang diciptakan oleh beberapa orang maestro seni tari yang ada dibeberapa daerah yang ada di provinsi sulawesi selatan diantaranya sebagai berikut :

Tari Tradisional Pakarena Macoopong



tari pakarena Maccoppongdiciptakan oleh Daeng Rannu (alm) yang ada dikabupaten Gowa dengan ciri khas nya yaitu dalam menaikan tarian pakarena diiringin dengan 2 (dua) alat musik berupa kepala drum (gandrang) dan sepasang instrument alat semacam suling (puik-puik).

Tari Tradisional Pakarena Gantarang



Tari Pakarena Gantarang merupakan tarian yang berasal dari sebuah perkampungan yang merupakan pusat kerajaan di Pulau Selayar pada masa lalu yaitu Gantarang Lalang Bata. Tarian ini ditarikan oleh empat orang penari perempuan konon menurut cerita asal usul adanya tari pakarena gantarang bahwa dulu ada seorang bidadari yang bernama Tumanurung turun dari langit untuk untuk memberikan petunjuk kepada manusia di bumi. Petunjuk yang diberikan tersebut berupa symbol – simbol berupa gerakan kemudian di kenal sebagai Tari Pakarena Gantarang.

Tapi ada sebagian lagi yang berpendapat bahwa awanya tari pakarena gantarang berawal dari kisah perpisahan penghuni botting langi (Negeri Kayangan) dengan penghuni lino (bumi) zaman dahulu. Sebelum berpisah, botting langi mengajarkan kepada penghuni lino mengenai tata cara hidup, bercocok tanam hingga cara berburu lewat gerakan-gerakan tangan, badan dan kaki.

Dan Gerakan inilah yang kemudian menjadi tarian ritual ketika penduduk di bumi menyampaikan rasa syukur pada penghuni langit. Tak mengherankan jika gerakan dari tarian ini sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya.

Tarian ini terbagi dalam 12 bagian. Setiap gerakan memiliki makna khusus. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir Tarian Pakarena. Gerakan berputar mengikuti arah jarum jam, menunjukkan siklus kehidupan manusia. Sementara gerakan naik turun, tak ubahnya cermin irama kehidupan.

Aturan mainnya, seorang penari Pakarena tidak diperkenankan membuka matanya terlalu lebar. Demikian pula dengan gerakan kaki, tidak boleh diangkat terlalu tinggi. Hal ini berlaku sepanjang tarian berlangsung yang memakan waktu sekitar dua jam.

Tari Pakarena Gantarang diiringi alat music berupa gendang, kannong-kannong, gong, kancing dan pui-pui. Sedangkan kostum dari penarinya adalah, baju pahang (tenunan tangan), lipa’ sa’be (sarung sutra khas Sulawesi Selatan), dan perhiasan-perhiasan khas Kabupaten Selayar.

Tari Tradisional Pajaga



tari pajaga merupakan jenis tarian persembahan. Dilihat dari asal usulnya bahwa pada zaman dahulu sebelum agama Islam masuk kerajaan Luwu yang ada di sulawesi masyarakat nya menganut agama Animisme. Agama yang mempercayai banyak dewa. Menurut kebudayaan bahwa seni lahir dari agama , manusia percaya pada adanya dewa-dewa.

kemudian Mereka melakukan ritual upacara adat sebagai pernyataan hubungan dan pengabdiannya kepada dewa-dewa itu, dengan tujuan dapat menggerakkan hati dewa-dewa agar dewa-dewa tersebut mengabulkan permohonan-permohonan mereka.

Maka dalam melakukan kontak dengan dewa mereka melakukan tari-tarian untuk menyenangkan dalam mengambil hati para dewa. Maka lahirlah sebuah Tarian yang gerak bertujuan untuk pemujaan dan permohonan, seterusnya agar tari dapat harmonis dengan iramanya, maka diiringi lah dengan tabuhan suara bunyi-bunyian, yang berkembang menjadi seni alat musik.

untuk saat ini seni tari Pajaga mengalami banyak perubahan ketika setelah masuknya agama Islam di Luwu sehingga agama Islam pada itu menjadi agama kerajaan Luwu (tahun 1604). Maka tari pajaga tidak lagi menjadi tari persembahan tetapi tarian sebagai sarana hiburan raja-raja bahkan menjadi tari penghormatan kepada tamu-tamu raja yang datang ditarikan pada saat tertentu, seperti pada upacara adat kerajaan.

Tari Tradisional Pajoge



tari pajoge merupakan jenis tarian hiburan dan tarian penghormatan. Pada zaman dahulu tari pajoge merupakan tari hiburan yang dipentaskan hanya di istana raja dengan tujuan untuk menghibur raja dan keluarganya, juga untuk menghibur rakyat pada pesta-pesta. Penari-penari pada umumnya diambil dari rakyat biasa saja.

Perbedaan dengan tari Pakarena dengan tari Pajoge di mana tari pakarena yang dalam memilih penari-penarinya dipilih dari keturunan bangsawan atau anak anggota adat. Sedangkan tari Pajoge merupakan tarian rakyat yang dipertontonkan pada pesta raja dan umum.

tari Pajoge di ciptakan sebagai tarian hiburan, juga merupakan alat penghubung antara raja dan rakyat, untuk mendekatkan hubungan agar supaya rakyat tetap cinta kepada rajanya dan sebaliknya.

Demikian penjelasan lengkap mengenai Nama macam-macam “jenis Tari-Tarian tradisional yang berasal dari sulawesi Selatan” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top