-->

Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Betawi DKI Jakarta

Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Betawi DKI Jakarta

Upacara-Adat-Istiadat-dan-Kepercayaan-Suku-Betawi-DKI-Jakarta

-Upacara Adat Betawi jakarta-Postedby-BukanTrik-, Dki jakarta memiliki keanekaragaman lingkungan sosial dengan berbagai latar belakang budaya yang beragam suku dan etnis dari berbagai penjuru nusantara. Suku betawi merupakan salah satu suku (penduduk) asli DKI Jakarta

Karena ragam etnis dan suku yang terdapat di dki jakarta maka penduduk betawi terdapat beberapa agama dan keyakinan antar lain agama islam, agama katolik, dan agama prostestan, dan lainnya, tapi agama islam merupakan mayoritas kepercayaan masyarakat betawi.

Masyarakat betawi memiliki sistem kekerabatan,bilinela yaitu yang menarik garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu. Dimana Adat menetap nikah sangat tergantung pada perjanjian kedua pihak sebelum pernikahan berlangsung. Ada pengantin baru yang setelah menikah menetap disekitar kediaman kerabat suami begitu pula sebaliknya.

Seperti adat istiadat di daerah lain di indonesia provisni dki jakarta juga memiliki rangkaina ritual atau upacara adat istiadat yang tidak lepas dari sistem lingkaran hidup individu atau daur hidup, orang betawi mengenal bermacam-macam upacara adat, yang dimulai dari sejak kelahiran atau bayi dalam kandungan sampai kepada kematian dan sesudah kematian itu sendiri

Contoh upacara adat yang berlaku di penduduk betawi adalah : upacara adat selamatan nuju bulanin atau kekeba, upacara adat kerik tangan dalam rangka kelahiran, upacara adat khitanan (pengantin sunat), khatam Qur’an (pengantin tamat), adat berpacaran bagi kaum remaja (ngelancong), upacara perkawinan dan lain sebagainya.

Dari banyak hal, ada tiga ciri khas yang sangat menonjol dan menjadi ciri karakter masyarakat betawi sejak jaman dulu yaitu, Agamis (Islami), Jawara, dan Humoris. tiga unsur inilah yang banyak di temukan dalam kehidupan keseharian orang Betawi, sehingga kesenian yang lahir di Tanah Betawi tidak terlepas dari tiga unsur tadi.

Mungkin sebagian besar suku-bangsa atau etnis di Nusantara ini punya tata-cara adat istiadat yang berbeda satu sama lain, tapi tidak sedikit memiliki kesamaan dari prinsip prinsip yang di pegang sebagai bagian dari kebudayaan. Tergantung dari latar belakang bahasa, teritorial dan agama. Pada masyarakat Betawi proses kehidupan manusia, semenjak dalam kandungan, lahiran, sunatan, kawinan sampai masuk ke dalam kubur

tak luput dari upacara adat-budaya betawi yang tentu saja banyak didominasi unsur agama, dalam hal ini Islam dan unsur seni. Kesenian betawi ini kebanyakan dipakai pada saat ada kegembiraan pada satu keluarga, misal sunatan dan kawinan. Dalam upacara perkawinan adat Betawi dikenal apa yang disebut Palang Pintu, yaitu sambut pantun dan sambut jurus silat antara jago besan laki dan jago besan perempuan.

Orang Betawi itu agamis, seratus persen memeluk agama Islam. Jadi setiap kejadian yang dianggap penting dalam kehidupan tak luput dari perayaan dan upacara adat. Atas ungkapan rasya syukur kepada Allah SWT. Atas segala karunia yang telah diberikan. Seperti berikut ini

Upacara kelahiran


Prosesi nuju bulan

Upacara Nuju Bulanan biasanya dilakukan Dari semenjak jabang bayi dalam kandungan, biasanya ada upacara yang disebut Nuju Bulanan. Maka diundanglah tetangga-tetangga deket dan sanak kerabat untuk mendoakan si jabang bayi.

Isinya biasanya tausiyah, baca Surat Maryam atau Surat Yusuf, tahlil dan ditutup doa. Hidangan yang khas adalah rujak, oleh karena itu terkadang acara nuju bulanan sering juga disebut ngerujak. Tetapi nujuh bulan adalah merupakan suatu keharusan dan bahkan ada pula yang mewajibkan ini mumgkin hanya salah pemahaman saja.

Umumnya juga sering di artikan sebagai Upacara menyambut kelahiran dengan maksudnya untuk memberikan doa agar bayi yang dikandung dan ibu yang mengandungnya di berikan keselamatan dan kelancaran pada saat kelahirannya yang doa yang lakukannnya yaitu di bacakannya surat Yasin, Tausiah, dan ada yang Wirid saja tergantung daripada kemampuan yang mengadakan.

Upacara adat Akekahan

Upacara Akekahan Adalah ritual prosesi adat istiadat yang dilakukan setelah beberapa hari lahiran dengan cara menyembelih kambing atau domba lalu memasaknya dan kemudian membagikan kepada para tetangga. Dengan ketentuan yang berlaku adalah Kalau anak laki-laki memotong 2 ekor kambing dan anak perempuan memotong 1 ekor kambing disertai tausiah dan ceramah agama dalam rangka memberikan suatu cara atau wasiat untuk anak-anak yang baru lahir bisa menjadi anak yang soleh dan solehah. Namun perlu digaris bawahi bahwa akekahan ini hanya bagi yang mampu.

Upacara adat sunatan

Upacara Sunatan Orang dulu sunat dilakukan oleh bengkong atau tukang sunat, yang peralatannya masih tradisional sekali. Sebelum si anak disunat,prosesi adat istiadat yang dilakukan adalah ketika beduk subuh si anak yang akan disunat disuruh bangun untuk mandi (berendam) di sungai atau di kolam supaya pada waktu disunat tidak terasa sakit.

Sesudah itu kemudian dibacain doa selamat dan bagi yang mampu juga memberikan makanan kalo dulu ada nasi tumpeng dan nasi kuning. Bila ada orang berkemampuan sebelum si anak disunat diarak keliling kampung menggunakan kuda delman maksudnya adalah sebagai pemberitahuan. Semua itu merupakan adat bukan ajaran, namun tidak dilarang oleh agama. Seterusnya

1. Upacara ADAT PERNIKAHAN


Masyarakat betawi Memiliki adat istiadat atau tradisi budaya dalam prosesi menuju ke pernikahan yang terdiri dari beberapa proses atau tahapan yang harus ditempuh sebelum menuju ke jenjang walaupun Tahap-tahap proses menuju pernikahan pada saat ini memang jarang atau tidak lagi dilakukan, karena berbagai halangan. Berikut Tahap-tahap yang harus di lakukan :
  • Ngedelegin, mencari calon menantu perempuan yang di lakukan oleh Mak Comblang.
  • Ngelamar, pernyataan meminta pihak lelaki kepada pigak perempuan.
  • Bawa Tende Putus, pernyataan atau kesepakatan kapan pernikahan akan dilaksanakan.
  • Ngerudat, rombongan keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan, seraya membawa serah-serahan seperti roti budaya, pesalin, sie, dan lain-lain.
  • Akad Nikah, ikrar yang di ucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapan wali pengantin perempuan.
  • Kebesaran, upacara kedua mempelai duduk di puade untuk menerima ucapan selamat dari keluarga dan undangan.
  • Negor, upaya suami merayu istrinya untuk memulai hidup baru sebagai sebuah keluarga.

Upacara Palang Pintu

palang pintu diadakan oleh orang yang mampu secara ekonomi dan terpandang. Sebab itu pake rebana, kemplengan, beduk, pake segala macem. Setelah diarak itu penganten baru palang pintu Adapun urut-urutannya adalah bertemunya dua calon besan yang saling menyambut.

Sambutan pertama, rombongan laki memberi salam dan rombongan perempuan menerima salam, lalu ditanya mau ngapain (maksud dan tujuan) dan setelah itu, baru debat pantun, ada ayat, ada adu kejuaraan. Jadi dikenallah palang pintu.

Salah satu keunikannya adalah jago atau jawara palang pintu pihak laki dan jawara palang pintu pihak perempuan tidak saling kenal. Jadi besambutnya besambut bener, asli saling beradu dan saling pukul beneran dan setelah itu saling pelukan.

Dan itu adalah simbol dan sebuah persyaratan dari adat tradisi palang pintu benar-benar terjadi dalam perkawinan. palang pintu , tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya jawara, dan jawara itu sudah pasti jago silat.

Upacara Adat KHATAMAN QUR'AN


Khatam Quran di Betawi sering disebut Tamatan Quran. Upacara ini sangat penting bagi orang Betawi karena ini sebagai pertanda bahwa sesorang yang sudah melakasanakan upacara Tamatan Quran dianggap telah menjadi orang yang mengerti ajaran agama Islam. Sebab anak yang didaftarkan mengaji di langgar atau masjid oleh orang tuanya, memang tidak melulu mempelajari atau diajari bagaimana membaca Quran dengan baik dan berakhlak.

Penentu bahwa murid sudah layak dikatagorikan tamat adalah guru ngajinya sendiri. Karena memang guru ngajilah yang mengajarkan dan mengamati secara intensif. Murid yang dianggap sudah tamat akan dipanggil gurunya dan kepada murid tersebut dikatakan bahwa dia sudah tamat. Selamatan atau kenduri menandai tamatnya si anak dalam soal mengaji Quran.

Betawi adalah tuan rumah dan penduduk asli Jakarta. Hal itu tidak akan terbantahkan dari sudut pandang sejarah keberadaannya.

demikian penjelasan lengkap mengenai macam macam " Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan suku Betawi Dki Jakarta " Terima kasih kunjungan nya ke blog "Bukantrik" semoga bermanfaat silahkan baca juga artikel terkait lainya

0 Response to "Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Betawi DKI Jakarta"

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan