-->

Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Dani Papua Barat

UPACARA ADAT PAPUA Barat SUKU Dani

Upacara-Adat-Istiadat-Provinsi-Papua-Barat

-Upacara Adat Papua barat-Postedby-BukanTrik-, Suku bangsa dani bermukim di lembah baliem, irian jaya, lembah ini berada ditengah-tengah pegunungan jaya wijaya pada ketinggian 1600 m diatas permukaan laut, lembah baliem memiliki luas sekitar 1200 km2,

Di daerah ini masih banyak orang yang mengenakan “koteka” (penutup k3m4lu4n laki-laki) sebagai pakaian adat khas masyarakat papua yang terbuat dari kunden kuning dan para wanita menggunakan pakaian wah berasal dari rumput/serat dan tinggal di “Honai-honai” (gubuk yang beratapkan jerami/lalang). Upacara-upacara besar dan keagamaan, perang suku masih dilaksanakan (walaupun tidak sebesar sebelumnya). Walaupun mereka menerima Agama Kristen, banyak diantara upacara-upacara mereka masih bercorak budaya lama yang diturunkan oleh nenek moyang mereka.

Suku dani lebih senang disebut bangsa parim atau orang baliem suku ini sangat menghormati nenek moyangnya . penghormatan mereka biasanya dilakukan lewat upacara pesta babi. Orang dani beranggapan bahwa nenek moyang nya berasal dari daerah bumi sebelah timur yang disebut libarek

Menurut mitologi suku dani bahwa nenek moyang libarek berasal dari langit, mereka berhubungan dengan bumi melalui tali langit tapi karean ada sebagian dari mereka yang suka mencuri babi tali langit tersebut diputus dan mereka harus tinggal di bumi bekerja keras menanam ubi jalar yang besar dan beternak babi.

Orang dani pun percaya pada roh yaitu roh laki-laki (suangi ayoka) dan roh perempuan (suangi hosile) roh-roh ini menitis pada tumbuhan, hewan dan benda-benda , roh orang mati setelah meninggalkan tubuhnya tinggal di hutan

Suku dani mempercayai atou yaitu kekuatan sakti yang berasal dari nenek moyang yang diturunkan kepada anak laki-lakinya kekuatan sakti ini antara lain:
  • Kekuatan menjaga kebun
  • Kekuatan menyembuhkan penyakit dan menolak bala
  • Kekuatan menyuburkan tanah
Untuk menghormati nenek moyangnya suku dani membuat lambang nenek moyang yang disebut kaneka. Lambang ini terbuat dari batu keramat berbentuk lonjong yang diasah hingga mengkilap

Disamping upacara penghormatan terhadap nenek moyang suku dani juga melaksanakan upacara
  • Siklus kehidupan yang menyangkut kelahiran, inisiasi, perkawinan dan kematian
  • Soal kehidupan yang menyangkut penyakit dan peperangan
Upacara adat menyambut kematian

Setiap Fase kehidupan akan berakhir dengan fase kematian. Dalam upacara adat Papua, seseorang yang meninggal akan diperlakukan khusus. Tak hanya jenazah saja, tapi keluarga dari orang yang meninggal pun akan mendapat perlakuan khusus yang mungkin tidak akan bisa ditemukan di daerah lain. bahkan, ritual-ritual ini dianggap aneh dan tak biasa bagi orang di luar Papua.

Tahapan Upacara Adat Papua (Kematian Suku Dani)


Salah satu di deaerah Papua yang masih melakukan upacara adat kematian yang tak biasa adalah suku Dani. Berikut ini adalah tahap-tahap upacara adat kematian yang dilakukan oleh orang Dani:
  • Ritual akan diadakan di sebuah lapangan luas yang menjadi pusat perkampuangan. Orang yang meninggal, jenazahnya akan dirias atau diberi hiasan khas Suku Dani, kemudian didudukkan di sebuah singgasana khusus yang disebut “bea”.
  • Semua wanita akan melumuri tubuh dengan lumpur putih.
  • Seluruh keluarga orang meninggal, termasuk semua orang yang datang melayat, akan mengungkapkan kesedihan mereka dengan cara duduk mengelilingi jenazah, lalu mereka akan menangis dan meratap sambil menyerukan nyanyian kematian.
  • Sebagai simbol kesedihan karena kehilangan, seorang dukun yang sudah dipercaya akan memotong ruas jari dari salah satu anggota keluarga yang sedang berkabung.
  • Pemotongan ini biasanya menggunakan kapak batu atau bambu. Setelah dipotong, jari yang terluka akan dibalut dengan daun-daunan khusus yang sudah disiapkan.
  • Upacara adat Papua ini akan dilakukan bila ada kesedihan/kehilangan anggota keluarga (meninggal). Bila jari sudah habis, yang dipotong berikutnya adalah sebagian daun telinga.
  • Setelah ritual potong jari, akan dilakukan pembakaran daging babi. Sebagian daging babi tersebut akan dipersembahkan pada ruh orang yang sudah meninggal (disebut juga dengan “ame”). Sebagian lagi dari daging babi yang sudah masak akan disantap bersama-sama.
  • Ketika sore, seluruh perhiasan yang ada pada jenazah akan dilepaskan. Tubuh jenazah lalu dipoles dengan minyak babi. Setelah itu pembakaran jenazah pun dimulai.
Itu adalah tahapan upacara adat Papua, khususnya di Suku Dani, saat terjadi kematian di tengah-tengah mereka. Namun, saat ini ritual-ritual itu mulai ditinggalkan seiring dengan masuknya berbagai agama (contohnya nasrani) ke tengah-tengah masyarakat.

Tradisi potong j4ri


Mungkin ini merupakan salah satu tradisi paling ekstr1m yang ada. Tradisi potong jari ini dilakukan oleh suku dani di Papua, tradisi ini dilakukan oleh suku Dani sebagai perwujudan kesedihan masyarakat suku Dani pada acara pemakaman.

tradis extrim potong jari pada suku Dani ini lebih banyak dilakukan oleh kaum wanita nya sebagai perwujudan rasa sedih dan penyesalan mereka. Menurut keyakinan suku Dani, jika orang yang meninggal dianggap kuat, diyakini bahwa roh-roh mereka akan mengandung kekuatan sama juga.

Demikian penjelasan lengkap mengenai macam-macam nama “Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Dani Papua Barat” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


0 Response to "Upacara Adat Istiadat dan Kepercayaan Suku Dani Papua Barat"

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan