Kebudayaan Indonesia Dan Unsur-Unsur Nilai Budaya Dalam Kehidupan Sosial

Kebudayaan indonesia dan unsur-unsur nilai budaya dalam kehidupan sosial

Kebudayaan-Indonesia-Dan-Unsur-Unsur-Nilai-Budaya-Dalam-Kehidupan-Sosial

-Kebudayaan Indonesia dan Unsur Budaya-Postedby-BukanTrik-, Merujuk pada salah satu definisi kebudayaan yang mengandung arti sebagai seluruh sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku seperti apa yang dikatakan oleh kluckhohn dan kelly bahwa budaya berupa rancangan hidup, maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap perilaku menusia berikutnya yang kita sebut dengan nilai budaya”

Jadi nilai budaya itu adalah gagasan yang menjadi sumber sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial budaya. Nilai budaya dapat kita lihat, kita rasakan dalam sitem kemasyarakatan/ kekerabatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat, misalnya didalam sistem kemasyarakatan yang menyangkut hubungan antara anak dan ayah, anak dan ibu, saudara dan saudara, kemenakan dan paman, menantu dan mertua, dan seterusnya

Dalam kata lain, nilai budaya adalah yang menyangkut bagaimana hubungan antara individu dan induvidu serta hubungan induvidu dan kelompok

Setiap suku bangsa mempunyai sistem kemasyarakatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat. didalamnya berisi suatu komplek gagasan sebagai pedoman sikap dan perilaku manusia yang menumbuhkan kompleks aktivitas masyarakat itu sendiri dalam wujud karya budaya baik spiritual maupun material

Dalam setiap masyarakat baik yang kompleks maupun yang sederhana. Ada sejumlah nilai budaya yang berkaitan hingga membentuk suatu sistem. Sistem itu merupakan pedoman konsep-konsep ideal dalm kebudayaan sebagai pendorong yang kuat dalam kehidupan warga masyarakatnya

Kebudayaan indonesia dapat dilihat pada beberapa sistem sebagai unsur-unsur budaya yang mengacu pada suku bangsa sebagai pemeran dam perkembangan budaya d indonesia diantaranya:

A. Unsur Kehidupan perekonomian / Sistem Ekonomi


Untuk bertahan dan melangsungkan kehidupan tentunya manusia sebagai mahkluk hidup memerlukan dan membutuhkan makan sebagai bentuk melangsungkan kehidupan dan pada umumnya masyarakat indonesia pada jaman dahulu dan sekarang memiliki beberapa mata pencaharian sebagai sumber mencari makanan yang di butuhkan disesuaikan dengan keadaan alam dan lingkungan sekitarnya dintaranya :

1. Berburu dan meramu.

Pola hidup masyarakat berburu dan meramu merupakan pola hidup manusia yang paling tua dipermuakaan bumi ini namun pada masa sekarang ari sekitar 3 milyar penduduk dunia tinggal 0,01% yang masih bertahan dengan pola hidup seperti ini

Di indonesia kita masih menemukan suku-suku bangsa yang hidup dari meramu seperti orang bgu, penduduk pantai utara irian jaya, daerah ini berupa raw-rawa luas yang ditutupi oleh hutan sagu, hutan sagu berada kira-kira tiga sampai 5 km jauhnya dari desa-desa dan terbagi kedalam wilayah-wilayah itu menjadi hak kelompok-kelompok kekerabatan tertentu

2. Menangkap ikan dan nelayan

Selain berburu dan meramu, menagkap ikan juga merupakan mata pencaharian yang sangat tua, manusia zaman purba yang kebetulan hidup didekat sungai, danau atau laut telah menggunakan sumber alam yang penting itu kebutuhan hidupnya

Waktu manusia mengenal bercocok tanam menangkap ikan sering dilakukan sebagai mata pecaharian tambahan, sebaliknya masyarakat nelayan yang menjadikan menangkap ikan sebagai mata pencaharianutamanya adakalanya juga menjadikan bertani dan berkebun sebagai mata pencaharian sambilan

3. Berternak

Berternak secara tradisional atau pastoralism merupakan mata pencaharian pokok yang dikerjakan secara besar-besaran, pada masa sekarang beternak dilakukan oleh kurang lebih 7 jt manusia yaiutu kira-kira 0,02% dari 3 milyar penduduk dunia.

Suku-suku bangsa peternak hidup didaerah gurun, sabana atau stepa di asia barat daya, asia tengah, siberia, asia timur laut, afrika imur dan afrika selatan binatang yang dipelihara berbeda-beda menurut daerah geografisnya

4. Bercocok tanam diladang berpindah

Bercocok tanam diladang berpindah merupakan bentu mata pencaharian manusia yang lambat laun hilang, diganti dengan bercocok tanam menetap. Bercocok tanam diladang berpindah dilakukan dengan membuka sebidang tanah, menebang pohon-pohon, kemudian membakar daun dahan dan balok pohon hasil tebangan. Ladang yang telah dibuka ditengaj hutan kemudian ditanami berbagai macam tanaman tanpa pengolahan taah yang intensif (hanya seperlunya saja) dan tanpa irigasi

Setelah 2-3 kali panen tanah tidak menghasilkan lagi dan ladang ditinggalakan, dengan teknik yang sama kemudian dibuka ladang baru didaerah hutan lainnya, setelah 2-3 tahun ladang itu ditinggalkan kembali. Demikian seterusnya hingga kira-kira 10-12 tahun peladang tersebut akhirnya kembali lagi ke tanah bekas pertama yang telah tertutup hutan

Walaupun harus berpindah-pindah ladang setiap 2-3 tahun suku-suku bangsa peladang seperti suku ngaju dan ot danum dikalimantan tengah biasanya hidup dalam desa-desa yang tetap, kalau jarak dari desa tempat tinggal mereka terlalu jauh untuk ke ladang, mereka membangun gubuk-gubuk sementara di tengah ladang atau diatas pohon-pohon dekat ladang disitulah mereka tinggal setiap musim sibuk, sekaligus dapat menjaga tanaman tanpa mondar-mandir antara desa dan ladang

5. Bercocok tanam menetap dengan irigasi

Bercocok tanam menetap pertama-tama timbul di beberapa deaerah di dunia yang terletak di tepi peraiaran sungai-sungai besar yang tanah sangat subur. Diindonesia banyak susku-suku bangsa yang tadinya bercocok tanam diladang berubah menjadi petani menetap dengan irigasi

Perubahan demikian terjadi didaerah yang penduduknya mencapai kepadatan yang melebihi kira-kira 50 jiwa tiap satu kilometer persegi, dewasa ini hampir semua masyarakat pedesaan di indonesia khususnya di jawa bercocok tanam dengan irigasi

B. Unsur Kekerabatan Dan Sistem Kekeluargaan


Setiap masyarakat mempunyai tatanan berupa adat istiadat dan aturan –aturan, tatanan ini muncul untuk menjaga kesatuan dalam masyarakat. Kesatuan sosial yang paling dekat dan eret adalah kesatuan kekerabatan yang berupa keluarga inti/ batih dan kaum kerabat lain

1. Sistem kekekrabatan

Kekerabatan adalah suatu unit sosial yang tiap-tiap individunya mempunyai hubungan keturunan dan hubungan darah. Hubungan kekerabatan terbentuk berdasarkan keturunan dan perkawinan. Dalam sistem kekerabatan dikenal seperangkat istilah kekerabatan yang dihubungkan dengan seperangkat pola-poal perilaku dan siukap tertentu yang berhubungan dengan adat istiadat setempat

Kekerabatan terbentuk karena keluarga lam-kelamaan semakin besar dan tidak mungkin termuat dalam satu rumah, maka dengan sendirinya keluarga tersebut akan mengalami perluasan. Perluasan ini lah yang pada akhirnya akan menimbulkan sistem kekerabatan bilateral dan unilateral

a. Bilateral atau parentai

Kekerabatan bilateral disebut juga kekrabatan parental(parent artinya orangtua) kekerabatn ini menarik garis keturunan dari ayah dan ibu sehingga kita memiliki 2 orang kakek dan 2 orang nenek baik dari ayah maupun dari ibu, kekerabatan bilateral ini dimiliki oleh suku bangsa , jawa, sunda, bugis –makasar, namun pada umumnya kekerabatan bilateral hampir terdapat di seluruh suku bangsa indonesia

b. Unilatera

kekrabatan unilateral menrik garis dari keturunan hanya dari satupihak ayah saja atau ibu saja, jika garis keturunan dari pihak ayah saja disebur patrilineal(pater aartinya ayah)jika garis keturunan daitarik dari ibu saja disebut matrilineal (mater artinya ibu)suku bangsa di indonesai yang menganut prinsip patrilineal contohnya suku bangsa batak, ambon, bali. Asmat, sawu dan dani. Di indonesia suku bangsa yang menganut prinsip matrilinela yaiut suku bangsa minangkabau

c. Ambilineal

sistem kekrabatan ini manrik garis keturunan untuk sebagian orang dalam masyarakat melalui pihak ayah dan sebagian lagi dari pihak ibi, yang menganut sistem ini misalnya suku dayak,

2. Sistem perkawinan

Keanekaragaman suku-suku bangsa indonesia melahirkan kebudayaan yang berbeda-beda dalam sistem perkawinan Dilihat dari asal suami atau istri dikenal beberapa bentuk perkawinan yaitu
  • Eksogami : perkawinan pria dan wanita dari ras, suku bangsa atau klen yang berbeda
  • Endogami perkawinan pri dan wanita dari ras, suku bangsa atau klen yang sama
  • Homogami perkawinan pria dan wanita dari lapisan sosial yang sama
  • Heterogami perkawinan pria dan wanita dari lapisan sosial yang berbeda
Dilihat dari kedudukan sebagai pemberi dan penerima gadis sitem perkawinan dapat dibagi atas
  • Connubium asymetris yaitu hubungan perkawinan yang tiap klennya hanya mempunyai satu kedudukan terhadap satu klen lainnya. Yakni sebagai klen pemberi gadis atau penerima gadis, contoh suku bangsa yang menganut sistem ini adalah suku bangsa batak
  • Connubium symetris yaiut hubungan perkawinan antara dua klen terjadi tukar menukar jodoh bagi para pemudanya, contoh suku bangsa yang menganut sistem seperti ini adalah suku bangsa bali
Dilihat dari pola menetap sesudah perkawinan
  • Patrilokal (virilokal) yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal disekitar pusat kediaman kerabat suami
  • Matriloka (uxorilokal) yaiut pasangan pengantin bertempat tinggal disekitar pusat kediaman kerabat istri
  • Bilokal yaiut pasangan pengantin menetap secara bergantian di tempat kerabat istri dan kerabat suami
  • Neolokal yaitu pasangan pengantin bertempat tinggal di tempat yang baru
  • Avunkulokal yaitu pasangan pengantin bertemapt tinggal di rumah saudara laki-laki ibu atau paman pihak suami
  • Natalokal yaitu suami istri tidak tinggal bersama , tetapi masing-masing menetap didaerah kelahirannya masing-masing
  • Utrolokal yaitu pasangan pengantin bebas menentukan tempat tinggal setelah menikah
  • Komonlokal yaitu kebiasaan bertempat tinggal dalam bentuk kelompok termasuk dengan orangtua kedua belah pihak

C. Unsur Kekuasaan dan Sistem politik


Secara etnologis antropologis kehidupan politik suatu masyarakat merupakan suatu bentuk organisasi sosial yang didalamnya terdapt aturan-aturan mengenai pembagian kekuasaan dan wewenang

Organisasi sosial adalah keseluruhan sistem sosial yang bersifat langgeng memiliki identitas kolektif yang tegas, memiliki daftar anggota terperinci, memiliki program kegiatan, mempunyai tujuan bebas, serta memiliki prosedur untuk menerikma anggota baru dan mengeluarkan anggota lama, jadi organisasi sosial mencakup pola hubungan antara individu dan kelompok yang diwujudkan dalam proses sosial

D. Unsur Budaya Seni Dan Sistem kesenian


Setiap suku bangsa didunia memiliki sistem kesenian, kesenian adalah karya cipta, rasa, dam karsa manusia untuk memberi rsa nikmat atau keindahan. Karya seni bermcam-macam wujudnya sepeeti seni rupa (seni patung, seni relief, seni lukis dan gambar, seni rias), seni pertunjukan (seni tari,seni drama,seni vokal,seni alat musik) , dan sastra (prosa dan puisi) yang semuanya dinikmati oleh manusia dengan mata dan telinga

E. Unsur Religi Dan Sistem Kepercayaan


Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan kepercayaan/religi didsarkan pada suatu getaran jiwa yang disebut emosi keagamaan atau religius emotion. Emosi itulah yang mendorong seseorang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religi

Religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk memelihara emosi keagamaan diantara pengikut-pengikutnya untuk itu suaru sitem religi biasanya memiliki unsur-unsur sebagai berikut

a. Sistem keyakinan

Sistem keyakinan secara khusus mengandung banyak unsur diantaranya adalah
  • Konsepsi tentang dewa-dewa yang baik dan yang jahat
  • Sifat dan tanda-tanda dewa
  • Konsepsi tentang makhluk halus seperti roh-roh leluhur, roh-roh lain yang baik maupun yang jahat, serta hantu
  • Masalh terciptanya dunia dan alam (kosmologi)
  • Masalah mengenai bentuk dan sifat dunia dan alam 9kosmologi)
  • Konsep tentang hidup dan maut
  • Konsepsi tentang dunia roh, dunia akhirat, dan lain-lain
b. Sistem upacara keagamaan

Sistem upacara keagamaan secara khusus mengandung 4 bidang yang menjadi perhatian khusus para ahli antropologi yaitu:
  1. Tempat upacara keagamaan yang dilakukan seperti makam , candi, pura, kuil, langgar, surau, masjid, dan sebagainya
  2. Saat-saat upacara keagamaan dilakukan seperti hari keramat,( misalnya jumat kliwon,, hari beribadah atau hari suci misalnya minggu, jumat dan lain-lain
  3. Benda-benda dan alat alat upacara, patung-patung yang melambangkan dewa-dewa, alat bunyi-bunyian seperti lonceng suci, seruling suci, genderang suci dan sebagainya
  4. Orang-orang yang melakukan dan memimpin upacar-upacara seperti pendeta, biksu, saman, dukun dan lain-lain
Upacara-upacara itu sendiri banyak juga unsur-unsurnya ada yang bersaji, bekorban, berdoa, makan bersama makanan yang telah disucikan dengan doa, menari tarian suci,, menyanyi nyanyian suci, berproesi atau berpawai, memainkan seni drama suci, berpuasa, mengaburkan pikiran dengan makan obat bius untuk mencapai keadaan trance, bertapa, dan bersemedi

c. Umat yang menganut religi

Unsur umat yang menganut religi atau agama ini meliputi soal-soal pengikut suatu agama, hubungannya satu dengan yang lain, hubungannya dengan para pemimpin agama baik dalam saat adanya upacara keagamaan maupun dalam kehidupan sehari-hari , juga meliputi organisasi para umat, kewajiban serta hak-hak para warganya

Suatu upacara biasanya mengandung rangkaian yang terdiri dari sejumlah unsur-unsur tersebut diatas, misalnya upacara untuk kesuburan tanah para pelaku upacara dan pemimpin upacara berpawai dahulu menuju ke tempat bersaji lalu mnegorakan seekor ayam. Setelah itu mereka menyajikan bunga kepada dewa kesuburan , disusul dengan doa yang diucapkan oleh para pelaku. Emudian peserta upacara bersama-sama menyanyikan berbagai nyanyian suci akhirnya semua menikmati hidangan yang telah disucikan dengan doa

0 Response to "Kebudayaan Indonesia Dan Unsur-Unsur Nilai Budaya Dalam Kehidupan Sosial"

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan