0 Comment
Nama Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Selatan Pria Wanita

Nama-Pakaian-Adat-Tradisional-Kalimantan-Selatan-Pria-Wanita

-Pakaian Adat Kalimantan Selatan-Postedby-BukanTrik-, Pakaian adat daerah merupakan ciri dari suatu daerah yang ada di Indonesia selain itu juga pakaian adat memiliki fungsi yang berbeda dilihat dari segi waktu dan kondisi, yaitu kapan baju adat terntu di gunakan dan unutuk acar apa saja layak untuk di gunkanan salah satunya terdapat pada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) biasanya menggunakan pakaian (busana) adat pada acara dan upacara-upacara tertentu. Begitu pula pakaian yang dikenakan untuk menari pun berbeda dengan pakaian lainnya. Pakaian adat yang dimiliki masyarakat Kaltim biasa dikenakan pada saat upacara, perkawinan, tarian, dan sebagainya.

Pada jaman Kesultanan Kutai Kartanegara ketika upacara adat masih dilaksanakan, pakaian adat tradisional masih ketat diterapkan dilingkungan istana kerajaan . busana adat tersebut dikenakan pada saat peringatan hari nobat raja, acara perkawinan putra putri raja, upacara adat erau atau pesta kerajaan, serta serangkaian upacara adat lainya

Dalam serangkaian acara tersebut, para pembesar kerajaan, keluarga raja, pangkon, dan para tamu mengenakan pakaian adat tradisional yang telah ditentukan oleh raja secara turun temurun. Setiap warga Kutai patuh dan taat mengikuti aturan tersebut. Tidak satupun yang berani melanggar ketentuan adat itu, terutama pada upacara erau kerajaan mesti mengenakan pakaian adat. Masing-masing status di Kutai telah ditentukan pakaian adat tradisionalnya sesuai dengan derajatnya.

sedangkan pada saat pelaksanaan adat menari ganjur mengenakan pakaian adat yang terdiri dari tutup kepala sejenis daster yang dinamakan bolang, yang terdiri dari tiga warna atau lebih. Warna-warna tersebut mengandung makna, bahwa semakin banyak warna yang dipakai, semakin tinggi derajat si pemakainya.

Lalu baju yang dikenakan adalah potongan teluk belanga satin berwarna hijau dan kuning muda, bercelana panjang yang warnanya sama dengan baju, di luar celana dikenakan dodot rambu. Dodot rambu adalah kain panjang yang diberi hiasan berumbai-rumbai benang emas. Bagian depan dodot rambu ujungnya dipasang di atas lutut, sementara bagian belakang sampai ke tumit.

Hal tersebut terutama pada upacara adat perkawinan. Mempelai yang berasal dari rakyat biasa akan merasa segan mengenakan pakaian yang dikhususkan untuk mempelai keturunan raja-raja, meskipun rakyat biasa tersebut memiliki kedudukan yang terhormat dalam pergaulan masyarakat. Demikian pula saat menghadiri upacara erau dan lainnya.

Sedangkan pakaian yang terlihat lebih resmi dan memiliki nilai sacral pada budaya Kalimantan selatan yang jadi ciri busana adat yang di gunakan oleh kaum pria dan wanita sebagai berikut:

Pakaian adat pria (laki-laki) saat upacara adat bepelas tersebut terdiri dari

  • tutup kepala atau kopiah yang kiri kanannya berkancing emas,
  • baju palembangan berkerah yang kancingnya dari emas sebanyak lima buah,
  • bercelana sekoncong yang agak lebar, dan berselop sebagai alas kakinya.
  • Baju palembangan tersebut terbuat dari bahan sutera yang memiliki corak berkembang-kembang, dan memakai kain dodot.

Pakaian adat wanita (perempuan) terdiri dari

  • kaum perempuan terdiri dari baju kurung berlengan pendek, dari kain satin atau beludru, yang pada bagian bawahnya diberi corak hias bentuk flora atau fauna.
  • Paduannya rok panjang dari kain yang sama yang juga diberi corak hias berupa penggayaan bentuk flora atau fauna.
  • Rambut yang di iket seperti dikepang serta menambahkan hiasan mahkota .
  • Dan aksesori yang dikenakannya adalah kalung manik-manik, dan anting-anting atau suwang
Demikian penjelasan lengkap mengenai macam macam “Nama Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Selatan Pria Wanita” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top