0 Comment
Nama Pakaian Adat Tradisional Palembang Provinsi Sumatera Selatan

Nama-Pakaian-Adat-Tradisional-Palembang-Provinsi-Sumatera-Selatan

-Pakaian Adat Palembang-Postedby-BukanTrik-, pada abad ke 16 hingga pertengahan abad yang ke 19, dari jaman kesultanan Palembang terkenal dengan pakaian / busana yang digunakan oleh golongan dari keturunan raja-raja yang disebut dengan Priyai sehingga menjadi ciri khas sebagai pakaian (baju) adat palembang. Yang Berupa Pakaian (baju ) kebesaran yang di kenakan masyarakat palembang sumatera selatan

Pakaian Adat Palembang sangat erat berkaitan dengan kejayaan kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam pada zaman dahulu. Secara garis besar Pakaian adat daerah-daerah di Nusantara di pengaruhi oleh pakaian (baju) yang dikenakan oleh Raja di Nusantara pada Zaman dahulu, dan begitu juga dengan pakaian adat palembang yang mengadopsi dari Pakaian yang di kenakan oleh Raja dari Kerajaan Sriwijaya pada zaman dahulu

nama pakaian adat palembang lebih dikenal oleh masyarakat palembang dengan sebutan "baju gede" atau "baju penganggon". Baju adat Palembang didominasi oleh warna merah dengan benang emas, warna merah ke-emasan ini berasal dari tenunan kain songket berunsur gemerlap dan keemasan sesuai dengan citra kerajaan Sriwijaya pada zaman dahulu, yang dikenal masyarakat dunia sebagai swarnadwipa atau Pulau emas

Berikut penjelasan dan keterangan tentang baju (pakaian adat ) yang di gunakan oleh masyarakat sumatera selatan (palembang ) baik yang di gunakan oleh kaum perempuan maupun oleh kaum lelaki nya :.

Pakaian Adat Pria Sumatera Selatan Yang di gunakan terdiri atas


pada bagian atas kepala menggunakan tutup kepala yang bernama tanjak atau tutup kepala, untuk jenis Tanjak dibedakan menjadi 3 macam yaitu ada tanjak kepudang, tanjak meler serta tanjak bela mumbang yang terbuat dari kain batik atau kian tenun / kain songket khas palembang.

kemudian bagian tengah baju menggunakan baju jenis kemeja yang terbuat dari kain tenunan dengan model baju berlengan panjang yang disulam dengan menggunakan benang emas ataupun dengan benang yang di beri warna

selanjutnya pada bagian bawah menggunakan Celana Panjang yang disebut dengan celano belabas, celana ini terbuat dari bahan kain yang ditenun. Mulai pada bagian bawah lutut hingga ke arah bagian mata kaki di buat dengan cara disulam dengan menggunakan benang emas. Ada juga yang disulam mulai dari bagian pinggul hingga ke bagian mata kaki dengan motif lajur. 

Untuk jenis celana yang lain biasanya disebut dengan celano lok cuan yaitu celana yang panjangnya hingga sebatas lutut dan untuk ukuran celananya juga lebih lebar . Semuanya busana ini terbuat dari kain songket yaitu kain tenunan tradisional dari Palembang.

Untuk pelengkap Busananya adalah keris. Sarung keris atau pendok yang terbuat dari emas, ataupun perak dengan tatahan yang bermotif bunga. Tapi ada juga yang diberi batu permata, hal ini tergantung pada tingkat ekonomi pemakainya

Pakaian adat wanita Sumatera selatan yang di gunakan terdiri atas


baju yang dikenakan disebut dengan Kebaya pendek, atau dapat pula memakai kebaya landoong atau kelemkari yaitu sejenis kebaya yang ukuran panjangnya hingga di bawah lutut. Busana ini terbuat dari bahan kain yang ditenun dan disulam dengan menggunakan benang emas ataupun dengan benang biasa yang berwarna, atau bisa pula dengan dicap pakai cairan emas perada.

Untuk bagian dalam dikenakan penutup dada yang biasa disebut dengan kutang, dan terbuat dari bahan kain yang ditenun atau disulam. Sedangkan untuk penutup dada biasanya diberi dengan hiasan permata.

Untuk busana pada bagian yang bawah berupa. Sewet Songket atau kain Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang


Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top