0 Comment
Biografi Kisah KH AR Fachruddin sebagai Ketua Muhammadiah

Biografi-Kisah-KH-AR-Fachruddin-sebagai-Ketua-Muhammadiyah

-KH.AR.Fachruddin-postedby-BukanTrik-,  Pendidikan agama yang mendalam tidak akan menjatuhkan seseorang dari masyarakat tetapi malahan mendorongnya untuk lebih giat dalam pengabdiannya. Hal ini dialami oleh muhammad jazuli yang kemudian dikenal sebagai kh ar fachruddin.

Abdul Rojak Fachruddin yang dilahirkan diyogyakarta pada tahun 1890 mendapat pendidikan agama dari ayahnya haji hasyim kemudian ia belajar dari beberapa ulama ternama dari jawa tengah dan jawa timur sampai akhirnya menimba ilmu keagamaannya dari kota suci mekkah selama delapan tahun

Haji fachruddin seperti beberapa tokoh dilingkungannya yang sering disebut orang kauman seperti haji sujak, haji tamim haji hisjam, haji sjarkawi dan haji abdulgani, sangat bersimpati terhadap perjuangan budi utomo kh muhammad dahlan, pendiri muhammadiah pada tahun 1909 masuk bumi utomo dengan tujuan memberikan pelajaran agama kepada kepada anggota anggotanya yang kebanyakn mengajar di sekolah-sekolah negeri

Perhatian pada masalah sosial itu juga menjadikan ketertarikannya pada gerakan sarekat islam yang didirikan pada tanggal 11 november 1911 yang didahului dengan pembentukan serikat dagang islam. Fachruddin mencintai sarekat islam, karena gerakan politiknya yang bertujuan meningkatkan kesadaran seseorang pada tingkat natie (bangsa)

Usaha pertama untuk berjuang menuntut pemerintahan sendiri atau sekurang-kurangnya agar orang-orang indonesia diberi hak untuk mengemukakan suaranya dalam masalah-masalah politik disamping itu ia juga mencintai muhammadiyah sebagai gerakan pemurnian agama islam dan kiprahnya dalam dunia pendidikan

Fachruddin akhirnya memilih muhammadiyah di organisasi itu ia banyak berperan dalam pembinaan generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan berbagai bidang kegiatan organisasi pernah ditanganinya di samping kehebatannya sebagai juru dakwah yangs selalu menekankan persatuan umat seperti kepanduan hizbul wathan dan memimpin organisasi penolong kesengsaraan umat (pku)

Percetakan muhammadiyah didirikan sebagai salah satu sarana komunikasi dan pendidikan umat kyai ini menyadari bahwa peningkatan pendidikan tidak mungkin dapat dilepaskan dari penyediaan sekolah yang memerlukan dana yang cukup dengan rela ia berkeliling ke berbagai kota seperti jakarta, pekalongan dan surabaya untuk menggerakan swadaya umat bagi pendidikan generasi muda.

Tenaga dan pengabdiannya tidak hanya dalam lingkup organisasi tetapi juga bagi umat islam secara keseluruhan. Pada tahun 1921 ia diutus ke nah suci untuk meneliti keadaan jemaah haji di sana jemaah haji dari indonesia pada masa itu sering mendapat perlakukan yang kurang baik. Badan penolong haji didirikannya setelah kembali ke indonesia sebagai pemuka umat ia pernah diutus ke kairo untuk mewakili umat islam di indonesia dalam rangka menghadiri konperensi islam

Kesibukan di organisasi menyebabkan berkurangnya waktu dan tenaga untuk usaha dagangnya tidak mengherankan bila usaha dagangnya mengamai kemunduran meskipun di sadarinya penghidupan keluarganya tergantung pada usaha itu keadaaan itu tidak dihiraukan nya karena muhammadiyah sanga memerlukan tenaga dan pengabdiannya

Kesibukannya itu menyebabkan dia kurang memperhatikan kesehatannya menjelang kongres muhammadiyah di yogyakarta pada tahun 1929 ia jatuh sakit dan meninggal dengan tenang pada tanggal 27 februari 1929 jenazahnya dimakamkan di pakuncen yogyakarta

Demikian penjelasan lengkap mengenai Kisah perjuangan “Biografi Kisah Perjuangan KH AR FACHRUDDIN sebagai Ketua Muhammadiyah” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top