0 Comment
Keunikan Rumah Adat Siwaluh Jabu Khas Batak Karo Sumatera Utara

Keunikan-Rumah-Adat-Siwaluh-Jabu-Khas-Batak-Karo-Sumatera-Utara

-Rumah Adat Sumatera Utara-Post by-BukanTrik-, rumah adat sumatra utara adalah rumah dengan nama siwaluh jabu. Yang dalam pembuatan rumah adat nya berorientasi ke Utara-Selatan, yang dapat bermakna sebagai tempat berlindung dari bawah sinar matahari

Kebanyakan orang Batak Toba dan Karo hidup kesehariannya mengolah sawah dan menanam sayuran. orang Batak sangat teguh memegang peraturan dan adat tradisi masing-masing yang tercermin dalam tata letak desa / kampung mereka. Dimana penempatan Rumah adat Batak Toba diletakkan berdampingan dengan bagian depan rumah adat yang menghadap ke jalan.

baca juga


Secara adat tradisional setempat, dalam setiap rumah pasti memiliki lumbung lumbung untuk penyimpanan padi yang menjadi persedian makanan utama di desa. Jalan yang terbentuk antara deretan rumah dan deretan lumbung dikenal sebagai halaman dan umumnya dijadikan tempat pengeringan padi.

Yang menjadi keunikan ciri khas dari rumah adat siwalu jabu batak provinsi sumatra utara adalah bentuk rumahnya yang termasuk rumah panjang yaitu rumah yang di peruntukan untuk beberapa hunian keluarga, bahkan bisa mencapai hingga dua belas keluarga di beberapa daerah, Tapi umumnya terdiri dari delapan keluarga besar

Keunikan lain nya adalah rumah adat ini memiliki ukuran yang besar dan luas, karena agar dapat menampung begitu banyak keluarga, dan seperti ciri khas dari rumah adat daerah lainya di indonesia yaitu rumah adat silwaluh jabu pun dibangun di atas panggung (berupa panggung). Yang tentunya memiliki fungsi yang sama

Rumah tradisional sumut terbuat dari kayu dan bambu, serta menggunakan ijuk serat untuk mengikat (tidak menggunakan paku ) dan untuk atap menggunkan jerami. Yang di Desain secara alami dan tahan akan gempa.

Dalam memilih tempat yang akan di gunakan untuk membangun rumah tradisioanl, dalam tradisi adat sumut (batak) biasanya selalu berkonsultasi atau meminta bantuan orang pintar semacam dukun, apakah lahan yang akan di bangun rumah adat buruk atau bagus. Dan biasanya seorang dukun akan melakukan ritual atau upacara adat terlebih dahulu

Dalam penentuan Warna yang digunakan pada rumah adat, masyarakat batak Karo mempercayai dengan warna merah, putih dan hitam. Dimana warna Merah dapat di artikan sebagai simbol semangat hidup, contoh nya warna merah dapat di lihat pada pakaian tradisional yang digunakan dalam pernikahan, sedangkan pada warna hitam sebagai simbol kematian, ketidaktahuan manusia akan keinginan Tuhan, sedangkan warna putih, menandakan atau simbol warna Kesucian Tuhan

Sedangkan Ornamen yang sering di gunakan pada rumah adat batak karo terdapat tanduk Kerbau yang merupakan hiasan penting pada rumah adat tradisional orang sumatra utara , dan dua tanduk putih dicat di setiap ujung atap (pemasangan dilakukan di malam hari, jadi tidak ada yang melihat), menggunakan kerbau jantan dan betina.

Ornamen di rumah-rumah adat Karo dilakukan secara adat tradisi dengan tujuan untuk melindungi penghuni rumah dari roh jahat, selain itu juga untuk menunjukkan status pemiliknya. Dengan memudarnya kepercayaan agama tradisional (permena), sekarang tradisi itu sebagai besar bersifat hanya dekorasi saja untuk mengingatkan akan tradisi adat budaya masa lalu.

Ornamen yang dapat ditemukan pada rumah adat karo diantaranya sebagai berikut: Rumah adat karo biasanya dihiasi bambu yang dikepang dengan berbagai desain geometris yang menarik. Desain geometris itu dikelompokkan menjadi tujuh belas jenis, masing-masing memiliki makna khusus seperti Tupak salah Silima-lima (bintang berujung lima), melambangkan merga silima, dan dapat melindungi mereka dari hal yang buruk Sedangkan Dapurnya dihiasi berbagia ukiran dari kayu

baca juga


Selanjutnya ada ornamen Tokek yang diukir dimana tokek melambangkan dan di yakini oleh masyarakat batak karo dapat melindungi penghuni dari roh jahat Bagian bagian dari rumah adat batak karo

1. Bentuk Atap Rumah adat Siwaluh Jabu batak karo

Atap rumah Karo memiliki ciri bentuk pingggul yang berbeda dengan masyarakat Batak lainnya, atap merupakan ciri dominan dari setiap rumah adat dan rumah modern lainya, tapi yang membedakan nya dari bentuk dasar pinggul dan atap pelana. Yang dibuat bertingkat ganda dengan atap pelana di atas bagian bawah. Yang berfungsi untuk meningkatkan ventilasi di dalam rumah, mengurangi dampak asap .

2. Bagian dalam / internal rumah tradisional siwaluh jabu

Selanjutnya melihat bagian dalem dari rumah adat batak karo yaitu pada Rumah adat Karo memiliki dua pintu masuk, di sebelah utara dan selatan, dengan teras kecil di masing-masing bagian dan tangga menuju rumah. Yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk memandikan anak dan mengobrol di malam hari. Rumah adat tradisional karo dengan 8 keluarga terdiri dari empat dapur, masing-masing dibagi antara dua keluarga dekat, dan masing-masing berisi dua tungku. Kompor dibuat menggunakan lima batu sebagai simbol dari Karo merga silima (lima Marga).

Rumah itu terstruktur sehingga penghulu (pemimpin) rumah menempati ruang depan-bagian kiri, sedangkan sembuyak-nya (orang tua) di ruangan ke kanan. selanjutnya anak beru dan kalimbubu akan menempati ruangan yang sesuai yang masuk dari bagian belakang rumah. Keempat ruangan di tengah rumah memiliki status lebih rendah dan masing-masing berisi dapur, yang dibagi dengan kamar-kamar di luarnya.

Demikian penjelasan lengkap mengenai “Keunikan Rumah Adat Siwaluh Jabu Khas Batak Karo Sumatera Utara” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top