-->

Keunikan Rumah adat JAWA BARAT, dengan nama rumah panggung jolopong

Nama Rumah Adat JAWA BARAT Panggung Jolopong MEmiliki keunikan

Nama-Rumah-adat-tradisional-jawa-barat-panggung-jolopong

-Rumah Adat Jawa barat-Post by-BukanTrik-,  Rumah bagi kebanyakan orang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal selain itu juga sebagai tempat aktifitas keluarga dalam berbagai segi kehidupanyang sarat dengan nilai – nilai tradisi juga sebagai tempat memancarnya rasa, karsa dan karya serta tempat membina keluarga dan keturunan dan tempat yang nyaman dan Tempat berlindung dari terik matahari, hujan dan udara dingin

Selain memiliki fungsi seperti diatas. Pada umumnya rumah adat khususnya di daerah jawa barat disebut juga rumah adat sunda memiliki nama dengan Rumah Panggung karena posisi rumah melayang di atas permukaan tanah yang diberi tumpuan terbuat dari batu kali dan ditopang oleh beberapa pondasi tumpuan tersebut disebut wadasan, titinggi, umpak, tatapakan dengan ketinggian sekitar 40 s/d 60 cm.

Sedangkan Ruang tanah dangan pondasi rumah disebut kolong rumah, dibuat dengan maksud tertentu diantaranya berfungsi untuk menyimpan kayu bakar dan paranje untuk ternak ayam dan sebagainya.

Bentuk rumah panggung bagi masyarakat jawa barat ( orang Sunda ) memiliki makna yang mendalam tentang pola keseimbangan hidup dimana harus selarasnya antara hubungan vertikal (interaksi diri dengan Tuhan) dengan hubungan horizontal (interaksi diri dengan lingkungan alam semesta) manifestasi ini nampak dari bangunan rumah yang tidak langsung menyentuh tanah.

baca juga


Adapun pada umumnya bentuk rumah adat panggung yang berasal dari jawa barat ini memiliki fungsi dan tata ruang yang sama namun Berbeda apabila dilihat dari bentuk atap dan pintu masuknya yang memiliki nama yang berbeda beda , sehingga rumah adat jawa barat (Ruamah adat sunda) memiliki keunikan tersendiri diliahat dari bentuk atapnya :

  1. Julang ngapak (burung yang sedang mengepakkan sayap).

  2. Bentuk atap julang ngapak adalah bentuk atap yang melebar dikedua sisi bidang atapnya, jika dilihat dari arah muka rumahnya bentuk atap ini menyerupai sayap burung julang yang sedang mengepakkan sayapnya. Pada puncak atap terdapat capit hurang atau cagak gunting yang berfungsi secara teknis untuk mencegah air merembes ke dalam dan sebagai lambang kesatuan antar rumah dengan alam jagat raya berdasarkan masyarakat orang Sunda, penutup atap dibuat dari daun alang-alang (tepus) atau rumbia dan ijuk yang diikat dengan tali dari bambu (apus) ke bagian atas dari rangka atap. Bentuk-bentuk atap demikian dapat dijumpai di kabupaten Tasikmalaya (kampung Naga) dan Kampung Dukuh, Kuningan dan tempat-tempat lain di Jawa Barat. Salah satu gedung yang menggunakan model atap julang ngapak adalah Gedung Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung.

  3. Togog Anjing (sikap anjing yang sedang duduk)

  4. Bentuk rumah tagog anjing menyerupai anjing yang sedang duduk. Bentuk atap ini memiliki dua bidang atap yang berbatasan pada garis batang suhunan (segi tiga atap), bidang atap bagian depan lebih lebar dibanding dengan bidang atap bagian belakang atau bidang lainnya, serta merupakan penutup ruangan, sedangkan atap lainnya yang sempit memiliki sepasang sisi yang sama panjang dengan batang suhunan bahkan batang suhunan itu merupakan puncaknya, pasangan sisi (tepi) bidang sebelah depan sangat pendek bila dibandingkan dengan panjang sisi bidangsebelah belakang suhunan. Bentuk atap rumah tagog anjing ini pada saat sekarang banyak ditemui di rumah adat Kampung Dukuh Kabupaten Garut dan tempat-tempat peristirahatan, bungalow maupun hotel.

  5. Badak Heuay (sikap badak yang sedang menguap)

  6. Bentuk rumah dengan model atap badak heuay sangat mirip dengan atap tagog anjing. Perbedaanya hanya pada bidang atap belakang, bidang atap ini langsung lurus ke atas melewati batang suhunan sedikit, bidang atap yang melewati suhunan ini dinamakan rambu. Daerah-daerah di Jawa Barat masih banyak ditemukan pemukiman penduduk yang masih menggunakan bahan tradisional dengan bentuk atap badak heuay salah satunya didaerah Sukabumi.

  7. Jolopong (terkulai)

  8. Suhunan jolopong dikenal juga dengan sebutan suhunan panjang, di kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang pada era tahun 30 an atap ini disebut dengan suhunan Jepang. Jolopong adalah istilah Sunda artinya tergolek lurus, bentuk jolopong merupakan bentuk yang cukup tua sekali karena bentuk ini terdapat pada bentuk atap saung (dangau). Bentuk jolopong memiliki dua bidang atap saja, kedua bidang atap ini dipisahkan oleh jalur suhunan ditengah bangunan rumah. Kebalikan jalur suhunan itu sendiri merupakan sisi yang sama atau rangkap dari kedua bidang atap. Batang suhunan sama panjangnya dan sejajar dengan kedua sisi bawah bidang atap yang bersebelahan. Sedangkan pasang sisi lainnya lebih pendek dibanding dengan suhunan dan memotong tegak lurus kedua ujung suhunan itu, dengan demikian di kedua bidang atap itu berwujud dua buah bentukan persegi panjang. Sisi-sisinya bertemu pada kedua ujung suhunan. Pada tiap ujung batang suhunan, kedua sisa atap pendek membentuk sudut pundak dan apabila kedua ujung bawah kaki itu dihubungkan dengan suatu garis imajiner akan terwujudlah segitiga sama kaki Bentuk rumah semacam ini dapat dijumpai di Kampung Dukuh Kabupaten Garut.

  9. Parahu Kumureb (perahu tengkurap)

  10. Bentuk atap ini memiliki empat buah bidang atap, sepasang bidang atap sama luasnya, bentuk trapesium sama kaki, kedua bidang atap lainnya berbentuk segitiga sama kaki dengan kedua titik ujung suhunan merupakan titik-titik puncak segitiga itu. Kaki-kakinya merupakan sisi bersama dengan kedua bidang atap trapesium. Pada bentuk ini memiliki dua jure atau batang kayu yang menghubungkan satu diantara ujung batang kepada kedua sudut rumah, secara landai sehingga terbentuknya satu bidang atap segitiga. Sisi bidang atap segitiga inilah yang dijadikan sebagai sebagian depan rumah. Bila dilihat bentuk atap parahu kumureb ini dari samping mirip dengan jubleg (lesung) yang nangkub (telungkup). Bentuk rumah seperti ini dapat dijumpai di Kampung Kuta Kabupaten Ciamis

Semoga Penjelasan Lengkap tentang " Keunikan Rumah adat JAWA BARAT, dengan nama rumah panggung jolopong  " Dapat bermanfaat terimakasih untuk kunjungan nya ke blog "BukanTrik " silahkan

baca juga


0 Response to " Keunikan Rumah adat JAWA BARAT, dengan nama rumah panggung jolopong "

Post a Comment

silahkan berkomentar dengan sopan