0 Comment
Arsitektur Rumah adat Joglo Yang Berasal Dari Daerah Jawa Timur

Arsitektur-Rumah-Adat-Joglo-Yang-Berasal-Dari-Daerah-Jawa-Timur

-Rumah Adat Jawa Timur-Post by-BukanTrik-,  Daerah jawa termasuk wilayah yang masih memegang adat budaya kejawen yaitu Pengaruh kepercayaan animisme, Hindu dan Budha masih sangat kental mempengaruhi bentuk dan tata ruang rumah adat Joglo contohnya: Dalam rumah adat Joglo, umumnya sebelum memasuki ruang induk kita akan melewati sebuah pintu yang memiliki hiasan sulur gelung ataumakara. Hiasan ini ditujukan untuk tolak balak, menolak maksud – maksud jahat dari luar hal ini masih dipengaruhi oleh kepercayaan animisme

Rumah adat Jawa Timur Joglo dasar filosofi dan arsitekturnya sama dengan rumah adat di Jawa Tengah . Rumah adat Joglo di Jawa Timur masih dapat kita temui banyak di daerah Ponorogo. Pengaruh Agama Islam yang berbaur dengan kepercayaan animisme, agama Hindu dan Budha masih mengakar kuat dan itu sangat berpengaruh dalam arsitekturnya yang kentara dengan filsafat sikretismenya.

Rumah Joglo umumnya terbuat dari kayu Jati. Sebutan Joglo mengacu pada bentuk atapnya, mengambil stilasi bentuk sebuah gunung. Stilasi bentuk gunung bertujuan untuk pengambilan filosofi yang terkandung di dalamnya dan diberi nama atap Tajug, tapi untuk rumah hunian atau sebagai tempat tinggal, atapnya terdiri dari 2 tajug yang disebut atapJoglo/Juglo / Tajug Loro.

Dalam kehidupan orang Jawa gunung merupakan sesuatu yang tinggi dan disakralkan dan banyak dituangkan kedalam berbagai simbol, khususnya untuk simbol-simbol yang berkenaan dengan sesuatu yang magis atau mistis. Hal ini karena adanya pengaruh kuat keyakinan bahwa gunung atau tempat yang tinggi adalah tempat yang dianggap suci dan tempat tinggal para Dewa.

Kamar tengah merupakan kamar sakral. Dalam kamar ini pemiliki rumah biasanya menyediakan tempat tidur atau katil yang dilengkapi dengan bantal guling, cermin dan sisir dari tanduk. Umumnya juga dilengkapi dengan lampu yang menyala siang dan malam yang berfungsi sebagai pelita, serta ukiran yang memiliki makna sebagai pendidikan rohani, hal ini masih dalam pengaruh ajaran Hindu dan Budha.

sedangkan kota-kota di bagian barat Jawa timur memiliki kemiripan rumah adat Jawa Tengah, terutama Surakarta dan Yogyakarta yang disebut sebagai kota pusat peradaban Jawa.

Adapun ruangan yanterdapt pada rumah adat joglo terdiri dari :
  1. Pendopo

  2. Bagian ini merupakan ruangan terbuka yang terletak di bagian depan rumah , dengan desain terbuka membuat ruang ini menyatu dengan alam , sejuk dan cocok di gunakan untuk bersantai , meskipun begitu bagian pendopo tidak boleh di lewati oleh sembarangan orang yang hendak masuk ke dalam rumah , jalur untuk masuk dan keluar rumah ada sendiri dan letaknya terpisah memutar sebelah samping pendopo , Pendopo sendiri umumnya di gunakan sebagai tempat menerima tamu dan berbagai acara seperti pertemuan , tempat pagelaran wayang kulit , tari-tarian dan upacara adat

  3. Pringitan

  4. Ruangan ini terletak diantara pendopo dan rumah dalam , bagian ini digunakan sebagai jalan masuk dan juga sebagai tempat pagelaran wayang kulit

  5. Emperan

  6. Tempat ini adalah penghubung antara pringitan dan umah njero , tempat ini digunakan untuk menerima tamu , tempat bersantai dan kegiatan lainnya , pada Emperan umumnya terdapat sepasang kursi kayu dan meja

  7. Omah Njero

  8. Ruangan ini merupakan bagian inti dari rumah joglo , sebagai tempat berkumpulanya anggota keluarga sekedar bercengkerama dan bersantai antar keluarga . Selain Omah Njero terdapat beberapa nama lainnya yakni Omah mburi , dalem ageng , dan omah

  9. Senthong Kiwo

  10. Bagian ini terletak di sebelah kanan rumah joglo dan terdiri dari berbagai ruangan dengan fungsi khusus , seperti sebagai kamar tidur , dan tempat persediaan makanan dan minuman , dan sebagainya

  11. Senthong Tengah

  12. Sesuai dengan namanya ruangan ini terletak di bagian tengah , fungsinya sebagai tempat menyimpan barang dan benda-benda berharga seperti perhiasan , benda pusaka , keris dan benda-benda lain, juga digunakan sebagai keperluan lain seperti ritual upacara adat , tempat menaruh sesajen , tempat beribadah , tempat bermeditasi , dan ada juga yang mempercayainya sebagai ruangan khusu tempat tinggal dewa . Ruangan ini juga biasa di sebut pedaringan , boma , atau krobongan

  13. Senthong Tengen

  14. Ruangan ini memiliki fungsi dan pembagian ruang yang sama dengan senthong kiwo , bedanya hanya letaknya saja

  15. Gandhok

  16. Merupakan bangunan tambahan yang terpisah dari rumah utama , bentuknya bangunan memanjang , biasanya digunakan sebagai ruang tidur bagi keluarga , saudara , dan tamu yang menginap

    Arsitektur rumah Joglo menyiratkan pesan-pesan kehidupan manusia terhadap kebutuhan “papan”. Bahwa rumah bukankah sekadar tempat berteduh, tapi ia juga merupakan “perluasan” dari diri manusia itu sendiri. Berbaur harmoni dengan alam di sekitarnya. Rumah Joglo pada umumnya sama pada bentuk global dan tata ruangnya

    Rumah Joglo juga menyiratkan kepercayaan kejawen masyarakat Jawa yang berdasarkan sinkretisme. Keharmonisan hubungan antara manusia dan sesamanya (“kawulo” dan “gusti”), serta hubungan antara manusia dengan lingkungan alam di sekitarnya (“microcosmos” dan “macrocosmos”), tecermin pada tata bangunan yang menyusun rumah joglo. Baik itu pada pondasi, jumlah saka guru (tiang utama), bebatur (tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya), dan beragam ornamen penyusun rumah joglo.

Demikian penjelasan lengkap mengenai nama macam-macam “Keunikan RUMAH ADAT Joglo Yang Berasal Dari Daerah Jawa Timur” semoga dapat bermanfaat, terima kasih untuk kunjungan ke blog BukanTrik. Silahkan baca juga artikel terkait lainnya


Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan sopan

 
Top