Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara Pria Wanita dan Penjelasan lengkap

Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara Pria Wanita dan Penjelasan lengkap

Nama-Pakaian-Adat-Sulawesi-Utara-Pria-Wanita-dan-Penjelasan-lengkap

-Pakaian Adat Sulawesi Utara-postedby-BukanTrik-, busana adat merupakan salah satu ciri dari peradaban budaya yang ada di nusantara dan yang akan di kupas di blog bukan trik kali ini seputar pakaian adat Sulawesi Utara, yang tentunya berhubungan dengan etnis (suku) yang menjadi peran utama dari sebuah peradaban.

Sulawesi utara di diami oleh empat suku sebagai penduduk asli dari Sulawesi Utara. Keempat suku penduduk asli tersebut diantaranya Suku bangsa Minahasa, Gorontalo, Sangir Talaud, dan Mongondow. Ke empat suku bangsa ini memiliki adat istiadat tersendiri, meski dalam beberapa hal terdapat kesamaannya. Begitu pun mengenai pakaian adatnya.

dalam hal berbusana setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda serta memiliki fungsi yang berada bukan hanya sebagai penutup aurat atau pelindung bagi tubuh tetapi juga ada makna lain di balik itu yang tentunya memiliki nilai sacral dan penting bagi si pemakainya diantaranya ada beberapa pakaian yang di gunakan / disesuaikan dengan kondisi dan acara acara tertentu yakni; pakaian adat untuk keseharian (sehari-hari ), pakaian adat untuk upacara adat , dan pakaian adat upacara perkawinan.

Karena Sulawesi utara didiami oleh bebera suku (etnis) yang tentunya setiap etnis memiliki ciri kha dalam berbusana dan menggunakan baju sebagai pakaian yang memiliki nilai –nilai yang sakral dan keagungan masing-masing

pakaian sehari-hari dari keempat suku bangsa penduduk asli Sulawesi Utara.


masyarakat Gorontalo, pakaian sehari-hari mereka berbahan mentah dari kapas atau biasa disebut molinggolo yang dipintal menjadi benang, dan kemudian ditenun alias mohewo. model pakaian yang di gunakan oleh kaum perempuan berbentuk kebaya dan tidak bermotif sedangkan pakaian adat untuk kaum laki-laki menggunakan kemeja lengan pendek. Sedangkan kain sarung dipakai oleh keduanya (laki-laki dan perempuan) serta memiliki motif yang khas motif.

Pakaian sehari-hari masyarakat Bolaang Mangondow pada jaman dulu dibuat dari kulit kayu dan serta nenas yang direndam air dalam beberapa hari .kemudian dipukul-pukul dan seratnya dibuka. Serat itu diebut lanut yang kemudian ditenun dan menjadi lembaran kain. Tapi hari ini kain yang terbuat dari serat lanut sudah tidak ditemukan lagi, karena masyarakat Bolaang Mangondow telah menggunakan pakaian berbahan katun (kapas) sebagai pakaian sehari-hari mereka.

Seperti halnya masyarakat Bolaang Mangondow, suku bangsa Minahasa pada jaman dahulu telah menguasai pengetahuan dan keterampilan membuat kain dengan memanfaatkan kulit kayu dan dari sisanya yang bisa disebut manilahenep. Akan tetapi sekarang sudah tidak ditemukan lagi pakaian dari hasil kerajinan tangan tersebut. Hanya ada sejenis pakaian laki-laki yang bernama bajang di beberapa tempat. Namun pakai adat sehari-hari itu telah menggunakan kain hasil produksi pabrik yang bisa dibeli di toko-toko kain.

Semenetara pakaian sehari-hari tradisional masyarakat Sangihe dan Talaud, yakni pakaian yang terbuat dari kain kofo dan dapat dikatakan kini sudah tidak ada lagi.

pakaian adat untuk upacara adat masyarakat Sulawesi utara


Pakaian upacara masyarakat Gorontalo berfungsi untuk melihat status sesorang dalam upacara adat. Para pemangku adat atau bate-bate mengenakan sandang dengan pola dan motif yang berwarna; berbentuk kemeja kurung, celana pendek sebetis kaki (batik) yang biasa disebut talola bate. Sementara Jubah putih atau sandaria dipakai oleh pemimpin agama. Dan jas hitam, celana hitam adalah pakaian pejabat keamaan. Apabila kepala-kepala desa memakai kemeja batik bentuk baju kurung, celana putih pakai sarung dan ikat kepala alias payungu, menandakan bahwa mereka siap menjalankan perintah (mahiya pada waumatihimanga motubuhe tahilio lo ito Eya)

Dalam upacara adat, suku bangsa Bolaang Mangondow memakai pakaian adat yang terbuat dari bahan mentah kain katun dan tetoron. Untuk pakaian laki-laki bisanya disebut baniang. Sementara untuk perempuan disebut salu, untuk dibuat jadi kebaya, sarung, dan selendang. Dalam upacara adat, laki-laki memakai destar semacam kain atau lenso yang diikat di kepala. Juga pomerus atau kain pelekat yang diikat pada pinggang. Sementara wanita memakai baju salu dengan pelengkap kain pelekat senket. Pada bagian dada dihiasi emas yang disebut hamunse.

Di Minahasa, pakaian upacara bagi laki-laki adalah jas (sepasang), dan atau cukup dengan memakai kemeja dengan pelengkap dasi. Bagi kaum perempuan pakaian mereka tidak lain berupa sarung kebaya atau yapon.

Bagi masyarakat Sangihe Talaud, seperangkat pakaian upacara yang biasa dikenakan terdiri dari baju panjang, ikat pinggang dan ikat kepala, dengan warna-warna dominan merah, hitam dan biru. Bentuk model pakaian tersebut hampir tidak terbedakan antara untuk laki-laki dan pempuan. Bentuknya menyerupai baju alian juhan yang disebut “laku tepu”, pembeda diantara pakai laki-laki dan perempuan hanya panjangnya, bagi laki-laki hanya samapai pertengahan betis.

Pakaian adat perkawinan masyarakat Sulawesi utara


pada masyarakat Gorontalo. Dalam upacara perkawinan, suku bangsa Gorontalo memiliki pakaian adat upacara perkawinan yang dinamakan urasipungu yang terdiri dari kebaya pengantin perempuan terbuat dari kain saten dan diberi hiasan perak sepuhan.

Sementara pengantin laki-laki mengenakan pakaian semacam kemeja kurung dari bahan yang sama dengan pengantin perempuan yang disebut kimunu. Kedua mempelai juga memakai kain sarung yang terbuat dari satin. Selain itu pelengkap berikutnya dalah Paluala yang berfungsi sebagai penutup kepala pengantin wanita yang terbuat dari kain satin dengan hiasan sunting atau biliu yang terbuat dari perak. Hiasan lainnya adalah kecubu, kain beludru dengan hiasan perak yang digantungkan pada leher pengantin wanita.

Dalam upacara perkawinan suku Bolaang Mangondow, pengantin wanita memakai sunting; semacam hiasan sanggul yang bahannya terdiri dari emas. Di dahi pengantin memakai hiasan yang disebut logis yang terbuat dari benang hitam.

sedangkan pakaian adat Sangihe Talaud yang secara umum, pakaian upacara perkawinan mereka hampir sama dengan upacara-upacara adat lainnya seperti perayaan hari raya “Mohobing Datu”, penasbihan tukang besi, hari-hari istimewa dan para penari.

jadi Sulawesi termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki ragam pakaia adat yang di pakai oleh masing-masing etnis

Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur ( Nama Jenis dan Penjelasan Lengkap)

Senjata Tradisional Nusa Tenggara Timur nama jenis dan penjelasan

Senjata-Tradisional-Nusa-Tenggara-Timur-nama-jenis-dan-penjelasan

-Senjata Tradisional NTT-Postedby-BukanTrik-, Setiap daerah memiliki sejarah dan keragaman budaya sebagai bukti dari sebuah peradaban dari suatu wilayah di dunia begitu pun di indonesai yang terkanal dengan aneka ragam budaya, suku bangsa, dan ragam keunikan yang ada di dalamnya serta yang tak kalah penting adalah bukti-bukti artefak sebagai hasil dari kemajuan peradaban

Salah satu yang akan di kupas oleh bukantrik adalah peradaban tentang keragaman jenis senjata tradisional dari ntt. Nusa Tenggara Timur yang merupakan sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue. Ibukotanya terletak di Kupang, di bagian barat pulau Timor.

Ada beberapa nama jenis senjata tradisional yang berasal; dari nusa tenggara timur, yang diambil dari beberapa sumber diantaranya ada senjata tradisional sundu, senjata tradisional parang kabeala, berikut penjelasan dari masing-masing senjata tradisional

1. Senjata Tradisional Sundu Dari NTT


senjata-tradisional-sundu-dari-ntt

Sundu merupakan salah satu Senjata tradisional dari NTT yang menyerupai Keris, yang memiliki ciri khas berbentuk lurus dengan pegangannya menyerupai bentuk sayap burung. sedangkan motif yang terdapat pada senjata tradisional sundu berbentuk horizontal yang melingkar pada sarung Sundu.Senjata tradisional masyarakat NTT di anggap sebagai sebagi senjata tikam yang memiliki nilai keramat dan kesaktian.

2. Senjata Tradisional Kabeala (Parang Pinggang) NTT


Senjata-Tradisional-Kabeala-Parang-Pinggang-NTT
Kabeala merupakan jenis Senjata berupa parang yang berasal dari pulau Sumba nusa tenggara timut yang memiliki variasi ukuran panjang diantaranya 48, 50,5; 53 dan 58,5 Cm. Parang biasanya di simpan di pinggang pria dewasa selain di gunakan sebagai senjata perang tapi pada zaman sekarang di gunakan sebagai Kelengkapan busana adat Sumba yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tradisi budaya Jawa. Kalau di Jawa busana adatnya dengan keris yang diselipkan di pinggang bagian belakang. Sementara di Sumba, busana adatnya dengan parang yang diselipkan di pinggang bagian samping.

Di Sumba, fungsi parang bisa dilihat dari bentuk gagangnya. Kalau gagangnya terbuat dari dari kayu, maka dapat dipastikan sebagai parang untuk kerja (pertanian). Jika gagang parangnya terbuat dari tanduk hewan, apalagi dari gading, dapat dipastikan sebagai aksesori atau pelengkap busana adat pria Sumba.

3. Senjata Tradisional Pisau NTT


Senjata-Pisau-NTT

Pisau merupakan jenis senjata yang di gunakan untuk keperluan rumah tangga yang memiliki fungsi untuk memotong , mengupas dan mengiris , seperti fungsi lazimnya, pisau memiliki ukuran bentuk kecil sekitar 20cm sampai 35cm

4. Senjata Tradisional Kampak NTT.


Senjata-Tradisional-Kampak
Kampak merupakan jenis senjata tradisional yang dapat di temuakan di beberapa wilayah di nusantara sebagai alat untuk memotong kayu dan kebutuhan di lading dan bercocok tanam dan kebutuhan rumah tangga lainya dengan ciri khas gagangnya yang lebih panjang yang terbuat dari kayu

Senjata Tradisional Lampung (Nama, Jenis dan penjelasan gambar lengkap )

Senjata Tradisional Lampung (Nama, Jenis dan penjelasan gambar lengkap )

Senjata-Tradisional-Lampung-Nama-Jenis-dan-penjelasan-gambar-lengkap

-Senjata Tradisional Lampung-Postedby-BukanTrik-, Senjata umumnya identik dengan nilai-nilai simbol kejantanan dan keperkasaan bagi seorang lelaki.di Negara Indonesia tercinta senjata di masing-masing daerah memiliki beberapa kemiripan dan kesamaan dilihat dari nama, jenis serta bentuk dari senjata itu sendiri. Mungkin karena senjata pada zaman kerajaan dulu di gunakan oleh para kesatria dan para abdi kerajaan

Lampung termasuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki beberapa ragam jenis senjata tradisional yang memiliki kesamaan nama jenis tradisional diantaranya adalah senjata tradisional Badik dimana senjata tradisional badik terdapat kemiripan antara badik Sulawesi Selatan dan badik Lampung, yaitu yang terlihat dari gagangnya yang bengkok, bilah yang asimetris dan meruncing, serta memiliki hiasan pamor atau bercak pada bilah (mata pisau) akibat percampuran bahan logam yang digunakannya.

Menurut ukurannya, Badik Lampung bisa digolongkan ke dalam dua jenis , yakni badik kecil dan Siwokh.

Badik kecil umumnya memiliki bilah yang berukuran tidak lebih dari 11 cm, dengan lebar sekitar 2 cm. Sedangkan Siwokh, panjang mata pisaunya lebih dari 19 cm, dan lebarnya lebih dari 2 cm. Berdasarkan karakteristik bilahnya, yakni berlubang atau tidak berlubang, badik badik kecil maupun Siwokh memiliki istilah tersendiri, yakni Badik/Siwokh Bebai (perempuan) untuk yang berlubang, dan Badik/Siwokh Ragah (laki-laki) untuk yang tidak berlubang.

Senjata bisa menjadi pekarang ampuh bagi para pemegangnya , karena para pemegang senjata akan membuat senjata dengan menambahkan aura mistis maupun dengan menambahkan ramuan bisa (racun) sehingga pada zaman dahulu senjata bisa menjadi barang yang berharga dengan di jaga dan di rawat serta dipusti-pusti.

Begitu pun dengan senjata badik,dimana badik tua/lama diyakini memiliki kualitas yang lebih baik di banding dengan senjata badk yang di buat zaman sekarang. Salah satu indikator untuk mengujinya, yakni dengan cara menyentil ujung badik, di mana badik tua akan terdengar lebih nyaring dibandingkan dengan badik produksi masa kini. Badik tua juga diyakini mengandung warangan (bisa), yang membuat luka akibat goresannya akan sulit disembuhkan. Tidak hanya pada manusia, konon pohon pun jika terkena goresan badik tua yang mengandung warangan akan mengering dan mati.

Senjata tradisional Badik Lampung memiliki pamor : Seperti halnya keris, Badik juga umumnya dihiasi dengan pamor atau motif bercak pada bilah akibat percampuran logam dan teknik pembakaran serta proses penempaan. Seorang pandai badik dituntut untuk menguasai teknik-teknik pembuatan hiasan pamor tersebut, karena pamor merupakan salah satu unsur penting dalam badik, yang memuat, baik nilai artistik maupun spiritual. Beberapa pola pamor dalam Badik Lampung yang sering disebut “bayang” adalah bayang capit, bayang sai, bayang pekhancang, pebayang khancang, khancang, laman tundun, khancang batu, khancang seribu, dan singa dawan.

Semoga artikel tentang senjata tradisional lampung bisa menjadi salah satu khasanah budaya nusantara yang dapat di lestarikan dan di jaga oleh para generasi zaman now

Kisah Sejarah Sutoyo Siswomiharjo Sebagai Pahlwan Revolusi

Kisah Sejarah Mayjen anumerta Sutoyo Siswomiharjo Sebagai Pahlwan Revolusi

Kisah-Sejarah-Sutoyo-Siswomiharjo-Sebagai-Pahlawan-Revolusi

-Biografi Mayjen sutoyo siswomiharjo-Postedby-BukanTrik-, Sutoyo Siswomiharjo dilahirkan dikebumen ,jawa tengah pada tanggal 28 agustus 1922sebelum jepang menduduki wilayah Indonesia ia sudah berhasil menamatkan pendidikannya di sma jurusan pasti alam (AMS bagian B) pada masa pendudukan jepang ia mendapat kesempatan untuk belajar di balai pendidikan pegawai tinggi di Jakarta setelah menyelesaikan pendidikan itu dia diangkat menjadi pegawai negeri pada kantor kabupaten dikota kelahirannya

setelah proklamasi kemerdekaan sutoyo pun berganti haluan dengan memasuki tentara keamanan rakyat (TKR) bagian kepolisian , bagian itu di kemudian hari berkembang menjadi corps polisi militer (CPM) dia kemudain diangkat menajdi ajudan colonel gatot subroto, apnglima divisi ii corps polisi militer dan gubernu militer daerah Surakarta pada tahun 1946

karirnya dalam jajaran kemiliteran meningkat dengan menjabat sebagai kepala bagian organisasi resimen ii polisi militer di purworejo, ia pernah juga menjabat kepala staf polisi militer Yogyakarta dan komadan CPM detasemen iii Surakarta

karena kecakapan dan prestasinya, pada tahun 1954 ia diangkat sebagai kepala staf markas besar polisi militer, jabatan itu disandangnya hanya selama 2 tahun karena pengangkatannya sebagai asisiten atase militer RI untuk kerajan inggris di laondon, setelah mengikuti pendidikan di seskoad ( sekolah staf angkatan darat) dibandun g ia ditunjuk sebagai pejabat semn=entara inspektur kehakiman/ orditur jenderal angkatan darat(irkeh/ojen AD)

pada tahun 1965 pertentangan antara AD dan PKI mencapai puncaknya. PKI dengan agitasi dan rekayasa politiknyadapat melemahkan kedudukan partai politik lainnya. AD merupakan kesatuan yang masih kuat dapat bertahan dari pengaruh PKI , situasi itu menimbulkan apa yang disebut sebagai segitiga kekuasaan yaiut presiden , PKI dan AD

Presiden soekarno berusaha keras menciptakan keseimbangan antara AD dan PKI , hal itu di bangun untuk mempertahankan “semangat revolusioner” yang diharapkan dapat menyatukan seluruh kekuatan politik (samenbundeling van alle polielike krachien)

Keseimbangan itu pecah ketika kelolmpok yang kemudian dinamakan G 30 S/PKI mengadakan aksi terror dan pembunuhan beberapa jenderal, brigadri jenderal sutoyo sebagai inspektur kehakiman/ oditur jenderal AD tentu tidak menyetujui pembentukan angkatan ke 5 yang akan menambah keruhnya suasana karena ada pihak lain yang memiliki senjata selain militer

Angkatan ke 5 yang terdiri dari para buruh dan petani yang merupakan basis PKI yang sangat kuat dan yang akan mudah digunakan oleh partai itu untuk tujuan politiknya. Oleh karena itu sutoiyo termasuk pejabat penting yang diculik pada tanggal 1 oktober 1965 dini hari dan dibunuh dengan kejam oleh para penculiknya

Jenazahnya bersama para jenderal lainnya kemudian diketemukan di sebuah sumur di lubang buaya untuk dimakamkan ditaman pahlawan kalibata Jakarta sutoyo siswomiharjo merupakan perwira yang berprestasi ia meniti kariernya di jajaran militer dari bawah dengan terus belajar dan berusaha dia akhirnya mendapat kedudukan tinggi namun kedudukan itu dihayatinya sebagai pengabdian kepada bangsa dan negaranya

Nama PAKAIAN ADAT Tradisional NUSA Tenggara Timur keterangan dan penjelasan

Nama PAKAIAN ADAT Tradisional NUSA Tenggara Timur

Nama-PAKAIAN-ADAT-Tradisional-NUSA-Tenggara-Timur-keterangan-dan-penjelasan

-Baju adat NTT-postedby-BukanTrik-,  Nusa Tenggara Timur terdiri dari pulau-pulau yang memiliki penduduk (suku) yang beraneka ragam, dengan latar belakang yang berbeda-beda. tapi merupakan masyarakat yang heterogen, selain terlihat dari perbedaan ciri-ciri fisik juga menunjukan bermacam suku-bangsa dengan latar belakang sejarah, bahasa dan tata kehidupan adat yang berbeda pula.

Di Pulau Timor didiami oleh suku bangsa : Atoni atau Dawan, Tetun (Belu), Buna, dan Kemak. Suku bangsa Kisar di Pulau Kisar, suku bangsa Alor di Pulau Alor dan suku bangsa solor di Pulau Sokor. Selain itu terdapat suku bangsa Helong di Pulau Semau, suku Sabu di pulau Sabu, suku Sumba di Pulau Sumba, suku Rote di Pulau Rote, serta suku bangsa Manggarai, Ngada, Ende, Lio, Sikka, dan Larantuka di Pulau Flores.

Selain beragam suku , beragam budaya , beragam adat istiadat juga dalam hal berpakaian atau berbusana. Dalam pakaian adat setiap suku memiliki keunikan dan ciri khas masing berikut penjelasan nya

Pakaian Harian di Kupang


Sehari-hari masyarakat Kupang dari berbagai suku mengenakan pakaian hampir seperti busana upacara adat namun tidak menggunakan aksesori dan perhiasan.

Pria mengenakan selimut dan kemeja putih dilengkapi dengan ikat pinggang besar dan dipergagah dengan pengikat bernama destar.

Sedangkan wanita memakai sarung dengan teknik dua kali lipatan dan dililit pada pinggang agar sarung tidak melorot jatuh ke bawah. Untuk bagian atas dikenakan kebaya saja yang disulam menyerupai kutang atau bra.

Pakaian Adat Pria Rote


Ti’i langga, yaitu penutup kepala yang berbentuk mirip dengan topi sombrero dari Meksiko. Ti’i langga terbuat dari daun lontar yang dikeringkan. Karena sifat alami daun lontar yang makin lama makin kering, maka ti’i langga pun akan berubah warna dari kekuningan menjadi makin cokelat. Bagian yang meruncing pada topi tersebut makin lama tidak akan tegak, tetapi cenderung miring dan sulit untuk ditegakkan kembali. Konon hal tersebut melambangkan sifat asli orang Rote yang cenderung keras. Selain itu, ti’i langga juga merupakan simbol kepercayaan diri dan wibawa pemakainya.

Ti’langga merupakan aksesoris dari pakaian tradisional untuk pria Rote. Tetapi pada saat-saat tertentu, misalnya pada saat menarikan tarian tradisonal foti, perempuan menggunakan penutup kapala ini.

Baju

Baju adat rote berupa kemeja berlengan panjang berwarna putih polos. Tubuh bagian bawah ditutupi oleh sarung tenun berwarna gelap, kain ini menjuntai hingga menutupi setengah betis. Motif dari kain ini bermacam-macam, bisa berupa binatang, tumbuhan yang ada tersebar di di kawasan Nusa Tenggara Timur. Dari motif yang nampak dari kain tenun tersebut dapat dilihat daerah asal pembuatan kain tenun tersebut.

Asesories

Sebagai aksesoris sehelai kain tenun berukuran kecil diselempangkan di bagian bahu. Motifnya serasi dengan kain tenun pada sarungnya. Selain itu, sebilah golok juga diselipkan di pinggang depan.

Pakaian Adat Wanita Rote


Biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagian bawahnya mengenakan kain tenun. Salah satu motif yang sering digunakan untuk menghiasi pakaian adat ini adalah motif pohon tengkorak.

Asesories

Sehelai selendang menempel pada bahunya. Rambut disanggul dan memakai hiasan berbentuk bulan sabit dengan tiga buah bintang. Hiasan tersebut disebut bulak molik. Bulan molik artinya bulan baru. Hiasan ini terbuat biasanya terbuat dari emas, perak, kuningan, atau perunggu yang ditempa dan dipipihkan, kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai bulan sabit.

Selain itu, Aksesoris lainnya adalah gelang, anting, kalung susun (habas), dan pending. Kalung susun atau habas terbuat dari emas atau perak yang merupakan warisan turun-temurun dari sebuah keluarga suku Rote. Terkadang, ada yang menanggap bahwa habas merupakan benda keramat yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Selain habas, aksesoris lainnya adalah pending. Pending merupakan perhiasan yang terbuat dari kuningan, tembaga, perak dan emas dan biasa dipakai di bagian pinggang. Motif yang sering muncul sebagai hiasan pending adalah motif bunga atau hewan unggas.

Suku Sabu

Suku Sabu merupakan suku mayoritas di Pulau Sabu atau Rai Hawu, bagian Kabupaten Kupang. Merupakan pulau terpencil dengan luas 460,78 kilo meter persegi berpenduduk sekitar 30.000 jiwa dengan sifat mobilitas tinggi. Karena itu penyebarannya keseluruh Nusa Tenggara Timur cukup menyolok. Dari Kabupaten Kupang Pulau tersebut dapat dijangkau dengan kapal laut selama 12 jam berlayar atau 45 menit dengan pesawat.

Pakaian Adat Pria Sabu
  • kemeja berlengan panjang berwarna putih polos. 
  • Tubuh bagian bawah ditutupi oleh sarung tenun dan sehelai kain tenun berukuran kecil diselempangkan di bagian bahu. 
  • Destar pengikat kepala sebagai lambang kebesaran/kehormatan disertai dengan mahkota kepala pria yang terdiri dari tiga tiang terbuat dari emas. 
  • Ikat pinggang/sabuk yang memiliki 2 kantong pengganti dompet/tas Habas/perhiasan leher terbuat dari emas
Pakaian Adat Wanita Sabu
  • Biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagian bawahnya mengenakan kain tenun dua kali lilitan dan tanpa asesories.
  • Sarung wanita yang diikat bersusun dua pada pinggul dan sedada
  • Pending (ikat pinggang terbuat dari emas).Gelang emas dan gading yang dipakai pada upacara adat/perkawinan
  • Muti salak/kalung dan liontin dari emas
  • Mahkota kepala wanita dan tusuk konde berbentuk uang koin/sovren/ uang emas pada zaman dahulu
  • Anting/giwang emas bermata putih/berlian
  • Sanggul wanita berbentuk bulat diatas/puncak kepala wanita

Suku Helong


Helong atau Halong sebuah suku yang mendiami pulau Semau atau pulau Timau. Suku Helong berasal dari Pulau Ambon. Helong sebenarnya berasal dari kata Halong, yang oleh orang yang tinggal disana susah untuk menyebutkan kata Halong dan lebih senang menyebutkannya menjadi Helong. Helong atau Halong adalah sebuah pulau di Ambon (Maluku) tempat dimana Suku Helong berasal.

Pakaian Adat Pria Helong
  • Selimut Helong besar diikat pada pinggang ditambah dengan selimut kecil
  • Kemeja pria (baju bodo)
  • Destar pengikat kepala
  • Muti leher atau habas
Pakaian Adat Wanita Helong
  • Sarung diikat pada pinggang ditutup dengan selendang penutup
  • Pending/ikat pinggang emas
  • Kebaya Wanita
  • Muti salak/muti leher dengan mainan berbentuk bulan
  • Perhiasan kepala bulan sabit/bula molik
  • Giwang (karabu)

Suku Dawan


Suku Dawan mendiami sebagian wilayah Kabupaten Kupang atau Amarasi, Amfoang, Kupang Timur dan Tengah atau Kabupaten Timor, Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan sebagian Kabupaten Belu ( bagian perbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara).

Pakaian Adat Pria Amarasi
  • Selimut besar pria diikat pada pinggang ditambah dengan selimut penutup dan selendang
  • Ikat pinggang pria
  • Kemeja pria (baju bodo)
  • Kalung habas emas berbandul gong
  • Muti salak
  • Ikat kepala atau destar dikombinasi dengan hiasan tiara
  • Gelang Timor 2 buah
Pakaian Adat Wanita Amarasi
  • Sarung diikat pada pinggang
  • Selendang penutup dan pending
  • Kebaya lengan panjang
  • Kalung muti salak, habas dan gong (liontin)
  • Hiasan kepala bulan sabit
  • Tusuk konde koin 3 buah dan sisir emas
  • Giwang (karabu)
  • Gelang kepala ular 2 buah (sepasang)

Senjata Tradisional Sumatera Barat Nama jenis dan penjelasan

Nama Jenis Senjata Tradisional Sumatera Barat padang minangkabau

Senjata-Tradisional-Sumatera-Barat-Nama-Jenis-dan-Penjelasan-Lengkap

-Senjata Tradisional Padang-Postedby-BukanTrik-,  Sumatera Barat termasuk salah satu provinsi yang di diami oleh etnis (suku) melayu minangkabau,. Provinsi sumatera barat memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.846.909 jiwa dengan mayoritas beragama Islam. Provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari.

Sumatera barat juga memiliki ragam budaya khas dan senjata tradisional sebagai Senjata yang mematikan yang umumnya dipakai oleh para pendekar silat Minang . ada beberapa nama dan jenis senjata tradisional yang berasal dari sumatera barat berupa keris, Karih, Kerambik, Rudiut, Piarit, belati, pedang panjang, sumpit

Senjata sejak zaman prasejarah sangat dibutuhkan dan digunakan dalam pencapaian kelangsungan hidup masyarakatnya misalnya digunakan untuk berburu dan menjaga diri dari serangan musuh /lawan. Seiring perkembangan zaman senjata banyak digunakan(di fungsikan) oleh beberapa kumpulan orang seperti suku sebagai identitas budaya.

Itu tercermin dalam adat tradisi budaya di Indonesia dimana suku dan adat istiadatnya sangat beragam karena kontur geografis Indonesia yang berupa kepulauan sehingga akan sangat berbeda senjata tradisional yang digunakan oleh setiap daerah dan suku yang tinggal di dataran tinggi atau pegunungan dengan daerah dan suku yang tinggal di daerah rendah atau pesisir.

Berikut penjelasan dari jenis nama nama senjata tradisional dari provinsi sumatera barat yang memilki keragaman dari bentuk dan fungsinya

1. Senjata tradisional Keris dari sumatera barat


senjata-tradisional-keris-sumatera-barat-padang-minangkabau

Keris merupakan salah satu jenis senjata tradisional yang sangat terkenal di beberapa daerah di nusantara dan salah satunya di Sumatera Barat, yang merupakan senjata tikam, yang memilki aura mistik dan kesaktian bagi yang memegangnya. keris memiliki bentuk yang unik yaitu bentuknya yang melekuk seperti bentuk ular dengan gagang yang berbeda beda bentuk.

2. Senjata tradisional karih dari sumatera barat


senjata-tradisional-karih-sumatera-barat-padang-minangkabau

Karih merupakan senjata yang biasa di gunakan sebagai pelengkap pakaian adat kaum pria minang kabau, yang bentuknya kecil seperti keris tetapi tidak berlekuk. Hulunya yang berukir agak melengkung ke bawah, sehingga lebih mudah untuk menggenggamnya.

3. Senjata tradisional Kerambit (Kurambiak) dari sumatera barat


senjata-tradisional-kerambit-sumatera-barat-padang-minangkabau

Kerambit adalah pisau genggam kecil berbentuk melengkung. Kerambit merupakan jenis senjata asli Meningkabau, Sumatera Barat. Kerambit tersebut senjata khas yang sangat berbahaya

Kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu.

4. Senjata tradisional Ruduih dari sumatera barat


senjata-tradisional-ruduih-sumatera-barat-padang-minangkabau

Ruduih adalah senjata tradisional sejenis golok yang berasal dari budaya masyarakat Minang, Sumatera Barat. Senjata ini dapat dikatakan sebagai senjata perang. Sedangkan untuk berburu biasanya menggunakan sumpitan. Dan sejenis senjata tradisional yang paling terkenal di Minang adalah Karih yang merupakan senjata tikam selain belati. Keberadaan ruduih tercatat di dalam Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma, sebagai senjata yang digunakan dalam perang Manggopoh (1908).

5. Senjata Tradisional Plarik dari sumatera barat


senjata-tradisional-plarik-sumatera-barat-padang-minangkabau

Plarik adalah senjtara tradisional minang yang berbentuk sejenis senjata tombak tapi dengan mata tiga. Plarik termasuk salah satu senjata yang digunakan jarak jauh dan termasuk senjata mematikan

6. Senjata Tradisional Sumpitan dari sumatera barat


senjata-tradisional-sumpitan-sumatera-barat-padang-minangkabau
Sumpitan termasuk salah satu senjata jarak jauh yang biasanya di gunakan oleh masyarakat pedalam di indonesia sebagai senjta untuk berburu bintang binatang di hutan dan umumnya bintang dengan postur yang besar

7. Senjata tradisional belati dari sumatera barat


senjata-tradisional-belati-sumatera-barat-padang-minangkabau
Belati termasuk salah satu jenis senjata rahasia dengan ukuran bentuk senjata kecil dan biasanya di selipkan dibagian yang tersembunyi sehingga tidak tampak oleh musuk biasa di gunakna untuk jarak dekat maupun jarak jayuh

Semoga artikel tentang senjata tradisional sumatera barat bisa menjadi salah satu khasanal budaya nusantra yang dapat di lestarikan dan di jaga oleh para generasi zaman now